detikfood

Rabu, 01/05/2013 16:56 WIB

Rekomendasi Redaksi

Wah, Gurih Enak Bebek Goreng Plus Sambal di Tiga Tempat Ini!

Fitria Rahmadianti - detikFood
Wah, Gurih Enak Bebek Goreng Plus Sambal di Tiga Tempat Ini! Foto: Detikfood
Bosan dengan ayam goreng? Cobalah begor alias bebek goreng yang kini populer. Disajikan dengan nasi hangat, sambal pedas menggigit, dan lalapan. Gurih-gurih pedas dan enak. Hati-hati ketagihan citarasa gurih dagingnya dan renyah kulitnya!

Sekilas, daging ayam dan daging bebek tampak mirip. Namun, mengolah daging bebek lebih sulit dan waktu memasaknya lebih lama. Pasalnya, teksturnya lebih liat dan aromanya lebih amis karena mengandung cukup banyak lemak.

Meski demikian, jika diolah dengan benar, daging bebek akan terasa empuk. Apalagi dagingnya lebih berlemak dan lebih gurih daripada ayam. Tak heran, banyak orang menggemari sajian unggas ini meski harganya lebih mahal daripada ayam.

Bebek bisa digoreng, dibakar, atau diolah menjadi hidangan lain. Restoran yang menyajikan menu khusus bebekpun sudah banyak bermunculan dan berekspansi dengan membuka banyak cabang. Beberapa nama yang populer akan kelezatannya adalah Bebek H. Slamet, Pondok Suryo Begor, dan Raja Begor.

Bebek H. Slamet berasal dari Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Di sini, bebek goreng (Rp 21.000) disajikan dengan sambal koreknya yang terkenal. Adapula lalapan berupa daun pepaya, mentimun, dan kemangi.

Warna bebek gorengnya cokelat tua kehitaman. Bagian luarnya terasa cukup renyah dan tak berminyak. Meski digoreng kering, bagian dalamnya yang berwarna pink pucat kecokelatan masih terasa empuk. Sedikit ada semburat manis yang sedap.Wah, bumbunya terasa sampai ke dalam!

Sambal koreknya yang diulek kasar disajikan di piring tanah liat. Memakai cabai rawit merah dan hijau, diberi minyak dari lemak bebek, dan disajikan bersama jeruk limau. Wangi bawang putih terdeteksi dengan pedas cabai rawit yang cukup menggigit. Siraman minyak bekas menggoreng bebek menambahkan rasa gurih ke sambalnya. Ditambah air jeruk limau yang asam segar dan wangi, sambal ini semakin mantap!

Sebagai pembanding, kami mendatangi Pondok Suryo Begor yang menghadirkan bebek goreng a la Surabaya. Dibanding bebek goreng di H. Slamet, bebek goreng Pondok Suryo (Rp 25.000) lebih lebar. Warnanya kuning keemasan dan meninggalkan jejak minyak.

Meski bagian pantat (tunggir) nya tak dibuang, bebek goreng ini tak terasa amis. Kulitnya renyah, sementara dagingnya yang berwarna putih sedikit pink terasa lembut, mirip daging ayam. Berbumbu kunyit dan bawang yang wangi. Sebagian tulangnya bisa dimakan karena garing.

Bebek goreng ini disajikan dengan dua macam sambal, yakni sambal goreng dan sambal mangga yang sama-sama tak pedas. Lalapan berupa selada, tomat, dan mentimun melengkapi. Nasi putih bisa dipesan terpisah, dicetak berbentuk kerucut dan diberi sesendok bumbu kuning gurih di atasnya. Bumbu ini tampaknya adalah bumbu ungkepan bebek.

Sajian Raja Begor sedikit mirip dengan Pondok Suryo, hanya ukurannya lebih besar. Warna bebek gorengnya (Rp 29.000) cokelat tua dan tak begitu berminyak. Bagian luarnya renyah, sementara daging bagian dalamnya agak kenyal. Bumbunya seperti Pondok Suryo, namun yang ini tak terlalu kuat.

Pelengkap bebek goreng di Raja Begor lebih komplet. Tak hanya ada lalap selada, mentimun, dan tomat, melainkan juga ada urap yang sayurannya lembut dan bumbunya tak pedas. Sambalnya dua macam, yakni sambal matah rawit dan sambal bajak yang berwarna gelap dan tak pedas. Nasinya yang dicetak seperti kubah tinggi juga diberi bumbu kuning gurih.

Ketiga sajian bebek tadi sama-sama populer akan kelezatannya. Pengolahannya juga benar sehingga daging bebeknya relatif empuk tanpa bau amis. Namun, Detikfood lebih menyukai bebek goreng buatan H. Slamet. Selain tak berminyak, bumbunya juga meresap sampai ke dalam. Apalagi sambalnya sedap!

Kami menduga bebek goreng H. Slamet memakai bebek muda yang dimasak lama. Jadi, dagingnya empuk dan bisa digoreng tanpa jejak minyak. Sementara bebek goreng di Pondok Suryo dan Raja Begor, menurut kami, diungkep dengan bumbu yang lebih gurih dengan aksen Jawa Timuran.

Nah, mumpung malam ini udara sejuk, bisa dilewatkan dengan makan seporsi begor yang hangat mengepul. Yuk, mampir!

Bebek Goreng H. Slamet
Jl. Prof. DR. Satrio No.28 (dekat 7-Eleven), Kuningan
Jakarta Selatan
Telepon: 021-70888028

Pondok Suryo Begor
Jl. Suryo No. 16
Jakarta Selatan
Telepon: 021-7393358

Raja Begor
Jl. Suryo No. 35 (depan Lapangan Blok S)
Jakarta Selatan
Telepon: 021-7220973

(odi/fit)


Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan
Must Read close