detikfood
Jumat, 19/04/2013 17:38 WIB

Popularitas Cupcake di Amerika Mulai Memudar?

Fitria Rahmadianti - detikFood
Daging & Daging Olahan
  • Baso YANGINI,
  • Abon Ikan Cap Y & D
  • Abon Ikan Cap Rumah Besar
Susu dan Makanan Bayi dan Balita
Minuman dan Bahan Minuman
thumbnail Foto: Reuters
Cupcake pernah menjadi tren kue di Amerika Serikat, juga di Indonesia. Saat itu banyak toko khusus cupcake bermunculan, berlomba-lomba menarik perhatian dengan varian rasa dan topping cantik. Namun, tampaknya kini tren tersebut perlahan-lahan surut.

Crumbs Bake Shop, jaringan toko cupcake terbesar di AS, menunjukkan penurunan nilai saham sebanyak 34% pada Jumat (12/04/13) lalu. Harga sahamnyapun jatuh hingga $1,70 (Rp 16.500), terjun bebas dari angka $13 (Rp 126.000) pada pertengahan 2011 ketika Crumbs sedang jaya.

CEO Crumbs Julian Geiger mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh tak beroperasinya Crumbs karena bencana Badai Sandy. Saat itu angka penjualan turun hingga $700.000 (Rp 6,8 miliar) di penghujung tahun. Namun, sebagian lain percaya bahwa inilah pertanda bahwa tren cupcake akan segera berlalu.

Cynthia Hankerson, pemilik Cupcake Salon di Jersey City, AS, mengakui hal tersebut. Tahun lalu, penjualan cupcake di gerainya pada hari Sabtu antara $600-700 (Rp 5,8-6,8 juta). Namun, kini mendapat $300 (Rp 2,9 juta) saja sudah untung. "Orang-orang mulai bosan," ujar Hankerson kepada Wall Street Journal (17/04/13).

Darren Tristano dari konsultan industri pangan Technomic Inc. turut berkomentar. "Ini sekadar tren jangka pendek dan kami mulai melihat kejenuhan. Permintaan datar. Jujur saja, siapapun bisa membuat cupcake," kata pria yang menjabat sebagai executive vice president ini.

Crumbs yang bermarkas di New York City, AS, didirikan tahun 2003. Toko ini menjual lebih dari 50 varian gourmet cupcake, yakni cupcake berukuran besar dengan isian dan memiliki tema rasa tertentu. Satu buah cupcakenya ditawarkan dengan harga relatif mahal, yakni $4,50 (Rp 44.000).

Menurut John Gordon dari Pacific Management Consulting Group, konsep gourmet cupcaket memiliki pasar yang sangat terbatas. Pemimpin perusahaan analis industri restoran ini berpendapat, kejatuhan Crumbs disebabkan oleh pertumbuhan yang terlalu pesat di pasar yang tak dapat mendukungnya.

Crumbs mengisyaratkan akan menutup beberapa cabang yang tak memenuhi level kinerja keuangan tertentu. Saat ini Crumbs juga sedang membutuhkan suntikan dana sebesar $10 juta untuk pindah ke mal di pinggiran kota yang prospek pertumbuhannya lebih cerah.

Cupcake menjadi tren di awal tahun 2000-an, ketika Magnolia Bakery di New York, AS, muncul di serial TV Sex and the City. Juni 2011, Crumbs mulai bermain di bursa saham NASDAQ. Setelah itu bermunculanlah beberapa toko cupcake seperti Gigi's, Sprinkles, dan Sweet Revenge. Popularitas cupcakepun semakin dikuatkan dengan kehadiran ATM cupcake.
(odi/fit)


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).