detikfood
Kamis, 04/04/2013 13:12 WIB

Penataan Buah dan Sayur Pengaruhi Anak Konsumsi Makanan Sehat

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Susu dan Makanan Bayi dan Balita
  • Flakes Makanan Tambahan usia 2-5th
  • Susu Pertumbuhan 6-12 Bulan Rasa Vanilla
  • Susu Pertumbuhan 1-5 Tahun Rasa Vanilla
Restoran
Vitamin
thumbnail Foto: Associated Press
Sebuah tim di Amerika Serikat punya solusi jitu mengajak anak doyan makanan sehat. Lewat eksperimen 'Smart Lunchroom' mereka menemukan anak akan cenderung memilih sayuran dan buah jika ditempatkan secara benar dan menarik.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada The Journal of Pediatrics, Andrew Hanks, David Just, dan Brian Wansink dari Cornell Center fot Behaviour Economics in Child Nutrition Program menyatakan perubahan sederhana penyajian akan membawa pengaruh besar pada makanan yang dikonsumsi para siswa di kafetaria sekolah.

Contohnya, salad bar yang ditaruh di area yang banyak dilewati dan tempat keranjang buah di sebelah mesin kasir. Selain itu beberapa pilihan es krim buah bisa disandingkan bersama pilihan es krim lainnya.

“Jika makanan sehat lebih mudah diraih dalam deretan makan siang, orang akan mengambil makanan tersebut. Jika biskuit lebih mudah diraih daripada apel kemungkinan besar orang akan memilih biskuit,” tutur Andrew kepada NPR (03/04/2013).

Sama seperti taktik penempatan produk di supermarket yang terbukti efektif menarik para pengunjung untuk membeli lebih banyak produk. Taktik perilaku ekonomi ini bisa diterapkan untuk membuat anak memilih makanan lebih sehat di kafetaria sekolah.

Andrew menghabiskan dua minggu di sekolah menengah New York, memperhatikan pilihan makanan sebelum dan setelah proyek 'Smart Lunchroom'. Perombakan ruang makan siang ini membutuhkan waktu tiga jam dan mengeluarkan biaya sekitar Rp 487.000.

Ia berdiri di kasir dan dekat tempat sampah untuk mencatat dari 3.700 nampan, apa saja yang dibuang para siswa dan yang benar-benar dikonsumsi. Dalam “smart lunchroom” penulis menemukan para 13- 23 % siswa lebih cenderung mengambil buah dan sayuran, sementara 10- 15 % siswa mengonsumsi semuanya.

Andrew menegaskan taktik perilaku ekonomi "libertarian paternalism" ini mendorong anak-anak untuk mengambil sayuran dan buah atas kemauan sendiri dan benar-benar mengkonsumsinya.

Hal ini disetujui oleh Nicola Edwards, ahli diet California Food Policy Advocates. "Hasil survei dan wawancara dengan para siswa menunjukkan saat mereka melihat makanan yang disiapkan secara segar dan disajikan sebagai makanan pembuka lebih menarik untuk disantap," tutur Nicola.
(odi/dyh)


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).