detikfood
Senin, 11/03/2013 10:34 WIB

5:2 Diet, 5 Hari Makan Sepuasnya dan 2 Hari Puasa Agar Jadi Ramping

Fitria Rahmadianti - detikFood
Daging & Daging Olahan
  • Baso YANGINI,
  • Abon Ikan Cap Y & D
  • Abon Ikan Cap Rumah Besar
Obat-obatan
Flavor
thumbnail Foto: Thinkstock
Puasa memang memiliki beragam manfaat bagi tubuh, seperti membentuk otot dan mencegah penyakit kronis serta untuk membersihkan tubuh. Bisa juga untuk menurunkan berat badan. Karena itulah Dr. Michael Mosley menciptakan 5:2 Diet.

Aturan diet ini adalah, Anda bebas menyantap apa saja selama lima hari dalam seminggu. Namun, Anda harus berpuasa di dua hari lainnya. Di hari puasa tersebut, Anda hanya boleh menyantap 1/4 dari total kalori harian, yakni 500 kalori untuk wanita dan 600 kalori untuk pria.

Mosley menjabarkan teori tersebut dalam bukunya, The Fast Diet, yang sukses di Inggris dan baru diluncurkan di Amerika Serikat. Ia sendiri dikabarkan berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 9 kg tahun lalu.

Sementara itu, orang lain yang mengikuti diet tersebut mengaku turun 16 kg. Saat tak berpuasapun, ia mengatakan bahwa nafsu makannya berkurang. Mengonsumsi lebih sedikit kalori memang manjur untuk menurunkan berat badan. Namun, beberapa ahli gizi khawatir bahwa diet ini akan menimbulkan pola makan tak sehat.

Heather Mangieri, juru bicara American Dietetic Association, mengatakan bahwa berpuasa dapat membuat orang terlalu banyak memikirkan makanan. Kemungkinan, pada hari bebas makan, mereka juga akan makan berlebihan.

"Jika seseorang banyak makan cake dan cookies pada hari biasa dan tak memikirkan diet mereka secara keseluruhan, hal ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan kebiasaan makan yang buruk," ujarnya, seperti dilansir Live Science (05/03/12).

Sementara itu, pengarang buku Diet Simple, Katherine Tallmadge, pesimis bahwa diet puasa tersebut dapat bertahan lama. Menurutnya, orang cenderung tak mematuhi diet yang memerlukan puasa. "Saya tidak menganjurkannya, karena menurut saya diet ini tak berkelanjutan," katanya.

Tallmadge telah melihat klien yang membatasi kalorinya selama lima hari seminggu tak turun berat badannya jika mereka makan banyak dua hari berikutnya.
"Pengalaman saya, cara makan ini tak menurunkan berat badan dalam jangka pendek," ucap Tallmadge. Selain itu, sebagian orang yang rentan mungkin akan menderita gangguan makan ketika diet, mengalami kelaparan, makan berlebihan, atau bahkan keduanya.

Menurut Mosley, tak ada bukti bahwa diet yang ia anjurkan menyebabkan gangguan makan. Namun, diet ini memang bukan untuk orang yang sudah mengalami gangguan makan, menderita diabetes tipe 1, hamil, atau di bawah usia 18 tahun.

Bagaimanapun juga, Mangieri mengatakan bahwa diet ini dapat membantu orang lebih memerhatikan apa yang mereka santap di hari biasa. Baik sedang diet atau tidak, orang-orang harus makan sehat dan menggabungkan beragam makanan ke dalam diet mereka. Termasuk buah, sayur, protein rendah lemak, gandum utuh, dan produk susu rendah lemak.
(odi/fit)


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).