detikfood
Rabu, 20/02/2013 18:23 WIB

Asyiknya Ngumpul Sore sambil Mengudap Bakwan Malang di Kedai

Fitria Rahmadianti - detikFood
Lain-lain
  • Tokusil FC-L
  • Tokusil FC-H
  • Tokusil FC
Minuman dan Bahan Minuman
Jamu
thumbnail Foto: Detikfood
Sekumpulan anak muda duduk mengelilingi meja yang penuh dengan laptop dan kertas-kertas. Sambil berdiskusi, beberapa di antaranya menyeruput segelas caramel latte atau mengunyah bakwan Malang. Mereka tinggal di sana berjam-jam. Kadang tampak serius, lebih sering tertawa riuh. Wah, asyiknya!

Di kedai ini, mereka bukanlah satu-satunya grup yang datang untuk belajar bersama. 'Kedai', nama kafe di bilangan Kemang, Jakarta Selatan tersebut, memang sering didatangi untuk tempat kumpul-kumpul anak muda. Ada yang sekadar mengobrol, ada yang melakukan rapat kecil, adapula yang mengerjakan tugas atau belajar bareng.

Suasananya memang nyaman, seperti berada di rumah dengan banyak ruang tamu atau ruang makan. Tudung-tudung lampu gantungnya terbuat dari bakul nasi enamel. Kursi dan sofanya hampir tak ada yang seragam, namun sama-sama menampilkan kesan klasik.

Kesan kuno juga terlihat dari pemilihan keramik dan pemasangan mosaik untuk lantainya, serta pajangan piring dan poster antik di dinding. Pot-pot gantung semakin menimbulkan efek rumah eyang yang homey.

Daftar menunyapun tergolong ramah bagi perut orang Indonesia. Ada nasi goreng, bakwan Malang, gudeg, rawon, dll. Nama-namanyapun nyeleneh dan klasik, seperti Nasi Goreng Jumat Kliwon, Bakwan Kemarau, atau Pisang Goreng Panas Dingin.

Unggulannya adalah bakwan Malang dengan label 'Bakwan Et Cetera'. Konon, resepnya asli dari daerah Kayu Tangan, Malang. Kuahnya tampak keruh karena kaldu, bertabur irisan daun bawang. Untuk porsi kecil (Rp 32.500), di dalamnya terdapat siomay basah, siomay goreng, goreng panjang, dan bakso kukus.

Slurp... Kuahnya terasa gurih khas rebusan tulang sapi, jadi saya memutuskan tak menambahkan kecap, saus, maupun sambal sampai selesai makan. Saat dipotong dan dikunyah, keempat isiannya terasa kenyal lembut. Gurih ikan dan daging sapinya terasa. Sayang, ekspektasi saya akan kehadiran pangsit goreng khas bakwan Malang tak terpenuhi. Pasalnya, goreng-gorengannya sudah dicampurkan dalam kuah, jadi tak renyah lagi.Next

(odi/fit)

Halaman 1 2

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).