Senin, 04/02/2013 06:24 WIB
Bawa Bekal ke Kantor Terbukti Hemat Pengeluaran
Kosmetik
- Soap Noodles
- Sportz Soap
- Dream Soap
Minuman dan Bahan Minuman
Restoran
Foto: Thinkstock
Jakarta - Harga-harga semakin mahal, sementara penghasilan tak bertambah. Jika Anda sedang mengalami masalah finansial, pengiritan tentu harus dilakukan. Agar pengeluaran sehari-hari dapat ditekan, bawalah bekal ke kantor.
Pos pengeluaran untuk makan sehari-hari bisa menelan banyak biaya jika Anda terus-menerus membeli makanan di luar. Apalagi jika Anda berangkat sangat pagi sampai tak sempat sarapan, dan pulang larut malam karena lembur. Uang makan tiga kali sehari saja bisa memakan pos untuk keperluan lain.
Solusinya, bawalah bekal. Di Jepang, membawa bekal ke kantor maupun sekolah sangat lumrah dan bukanlah hal memalukan. Maklum saja, tiga kota di negara Matahari Terbit ini masuk dalam daftar 'World's Most Expensive Places to Live 2012' versi CNBC.
Seiring dengan semakin melambungnya harga-harga, warga Jepang mulai mengirit pengeluaran. Berdasarkan informasi yang dilansir situs Rocket News 24 (18/10/12), pengeluaran rata-rata untuk makan siang, minum-minum, camilan, dan keperluan sehari-hari di negara tersebut turun hampir 50% dalam 20 tahun.
Di artikel berbeda (22/01/13), situs Jepang tersebut memberitakan tips para pekerja mengirit pengeluaran makan siangnya. Sebagian besar mengaku membawa bekal ke kantor.
"Saya membawa bekal ke kantor sejak menikah 25 tahun lalu. Saya memasak makanan malam sebelumnya dan membungkusnya di pagi hari. Saya senang mengatur seberapa banyak makanan yang ada di kotak bekal saya," ujar Wataru Takaoka (49).
Akihiko Suzumura yang baru menikah dua tahun lalu saat ini sedang banyak keperluan. Untuk itu, ia harus pintar-pintar mengatur keuangan. Isterinya membuat makan siang sekaligus untuk sarapan dan makan malam. Mereka juga memanfaatkan diskon dan menggunakan kartu anggota supermarket untuk mengumpulkan poin.
Jika tak sempat atau tak bisa memasak, bekal dapat dibuat dari makanan beku maupun saus jadi. Adapula yang mampir ke minimarket terdekat untuk membeli roti dan rice ball atau onigiri. Atau bahkan, hanya menyantap granola bar untuk makan siang setiap hari.
"Saya tak perlu membeli minuman karena kantor saya menyediakan teh dan kopi gratis," kata seorang pria yang berprofesi sebagai sales (37). Iapun membeberkan rahasianya hemat dan tetap kenyang: mengunyah makanan secara perlahan.
Tak hanya makanan yang perlu dibawa dari rumah, tapi juga minuman. Bawalah botol minum , sehingga kapanpun Anda merasa haus, Anda tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minuman. Lagipula, cara ini lebih ramah lingkungan karena dapat menekan sampah botol plastik.
Dengan membawa bekal, Andapun dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk bersantap di luar kantor. Cara ini cocok untuk mereka yang sibuk, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dan makan siang tak terlewatkan . Makanan rumahan juga relatif lebih menyehatkan dan dapat kita atur porsi maupun rasanya.
Bagaimanapun juga, menyantap bekal setiap hari lama-lama akan terasa membosankan. Andapun membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitas dan perlu bersosialisasi dengan rekan-rekan. Karenan itu, seimbangkanlah penghematan dengan kehidupan sosial.
"Makan siang di luar dua kali seminggu, lalu bawa bekal di lain hari. Namun, jangan terlalu kejam pada diri sendiri sampai berakibat negatif pada kesehatan," jelas pakar perencanaan keuangan Yoko Hanawa.
Andapun harus memerhatikan kebersihan meja kerja setiap usai makan. Menurut Dr. Ron Cutler, ahli mikrobologi dari Queen Mary University of London, remah-remah yang terakumulasi di meja kerja dan keyboard merupakan lingkungan sempurna bagi berkembangnya bakteri dan jamur.
"Suhu kantor biasanya sekitar 20 C, titik di mana staphylococcus bisa berkembang biak, menyebabkan diare dan muntah-muntah. Meninggalkan sandwich di meja kerja sepanjang pagi juga berisiko," tutur Cutler, seperti dikutip dari Daily Mail (25/01/13).
Jalan tengahnya, Anda bisa tetap membawa bekal agar lebih hemat daripada beli makanan di luar. Namun, jangan disantap di meja kerja. Carilah tempat seperti pantry yang nyaman untuk menjauhkan diri sejenak dari pekerjaan dan agar meja kerja tak kotor. Ajak rekan-rekan Anda yang juga membawa bekal sebagai teman mengobrol.
(odi/fit)
Pos pengeluaran untuk makan sehari-hari bisa menelan banyak biaya jika Anda terus-menerus membeli makanan di luar. Apalagi jika Anda berangkat sangat pagi sampai tak sempat sarapan, dan pulang larut malam karena lembur. Uang makan tiga kali sehari saja bisa memakan pos untuk keperluan lain.
Solusinya, bawalah bekal. Di Jepang, membawa bekal ke kantor maupun sekolah sangat lumrah dan bukanlah hal memalukan. Maklum saja, tiga kota di negara Matahari Terbit ini masuk dalam daftar 'World's Most Expensive Places to Live 2012' versi CNBC.
Seiring dengan semakin melambungnya harga-harga, warga Jepang mulai mengirit pengeluaran. Berdasarkan informasi yang dilansir situs Rocket News 24 (18/10/12), pengeluaran rata-rata untuk makan siang, minum-minum, camilan, dan keperluan sehari-hari di negara tersebut turun hampir 50% dalam 20 tahun.
Di artikel berbeda (22/01/13), situs Jepang tersebut memberitakan tips para pekerja mengirit pengeluaran makan siangnya. Sebagian besar mengaku membawa bekal ke kantor.
"Saya membawa bekal ke kantor sejak menikah 25 tahun lalu. Saya memasak makanan malam sebelumnya dan membungkusnya di pagi hari. Saya senang mengatur seberapa banyak makanan yang ada di kotak bekal saya," ujar Wataru Takaoka (49).
Akihiko Suzumura yang baru menikah dua tahun lalu saat ini sedang banyak keperluan. Untuk itu, ia harus pintar-pintar mengatur keuangan. Isterinya membuat makan siang sekaligus untuk sarapan dan makan malam. Mereka juga memanfaatkan diskon dan menggunakan kartu anggota supermarket untuk mengumpulkan poin.
Jika tak sempat atau tak bisa memasak, bekal dapat dibuat dari makanan beku maupun saus jadi. Adapula yang mampir ke minimarket terdekat untuk membeli roti dan rice ball atau onigiri. Atau bahkan, hanya menyantap granola bar untuk makan siang setiap hari.
"Saya tak perlu membeli minuman karena kantor saya menyediakan teh dan kopi gratis," kata seorang pria yang berprofesi sebagai sales (37). Iapun membeberkan rahasianya hemat dan tetap kenyang: mengunyah makanan secara perlahan.
Tak hanya makanan yang perlu dibawa dari rumah, tapi juga minuman. Bawalah botol minum , sehingga kapanpun Anda merasa haus, Anda tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minuman. Lagipula, cara ini lebih ramah lingkungan karena dapat menekan sampah botol plastik.
Dengan membawa bekal, Andapun dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk bersantap di luar kantor. Cara ini cocok untuk mereka yang sibuk, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dan makan siang tak terlewatkan . Makanan rumahan juga relatif lebih menyehatkan dan dapat kita atur porsi maupun rasanya.
Bagaimanapun juga, menyantap bekal setiap hari lama-lama akan terasa membosankan. Andapun membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitas dan perlu bersosialisasi dengan rekan-rekan. Karenan itu, seimbangkanlah penghematan dengan kehidupan sosial.
"Makan siang di luar dua kali seminggu, lalu bawa bekal di lain hari. Namun, jangan terlalu kejam pada diri sendiri sampai berakibat negatif pada kesehatan," jelas pakar perencanaan keuangan Yoko Hanawa.
Andapun harus memerhatikan kebersihan meja kerja setiap usai makan. Menurut Dr. Ron Cutler, ahli mikrobologi dari Queen Mary University of London, remah-remah yang terakumulasi di meja kerja dan keyboard merupakan lingkungan sempurna bagi berkembangnya bakteri dan jamur.
"Suhu kantor biasanya sekitar 20 C, titik di mana staphylococcus bisa berkembang biak, menyebabkan diare dan muntah-muntah. Meninggalkan sandwich di meja kerja sepanjang pagi juga berisiko," tutur Cutler, seperti dikutip dari Daily Mail (25/01/13).
Jalan tengahnya, Anda bisa tetap membawa bekal agar lebih hemat daripada beli makanan di luar. Namun, jangan disantap di meja kerja. Carilah tempat seperti pantry yang nyaman untuk menjauhkan diri sejenak dari pekerjaan dan agar meja kerja tak kotor. Ajak rekan-rekan Anda yang juga membawa bekal sebagai teman mengobrol.
(odi/fit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Senin, 20/05/2013 18:37 WIB
Berkunjung ke Pabrik Roti Pane del Giorno (PDG)
-
Senin, 20/05/2013 18:30 WIB
Hmm.. Wangi Pizza Keluar dari DVD Ini!
-
Senin, 20/05/2013 18:03 WIB
Uni Eropa Larang Restoran Sajikan Minyak Zaitun Dalam Mangkuk
-
Senin, 20/05/2013 17:42 WIB
Kandungan Arsenik Pada Daging Ayam Bisa Bahayakan Kesehatan
-
Senin, 20/05/2013 17:17 WIB
Resep Nasi: Yakimeshi
-
Senin, 20/05/2013 10:43 WIB
Mau Bikin Ikan Bakar yang Gurih dan Enak? Ini Dia Tipsnya!
-
Senin, 20/05/2013 14:34 WIB
Atasi Perut Kembung dan Sulit Tidur dengan Makanan Enak Ini
-
Senin, 20/05/2013 18:03 WIB
Uni Eropa Larang Restoran Sajikan Minyak Zaitun Dalam Mangkuk
-
Senin, 20/05/2013 06:17 WIB
Kentang atau Ubi, Mana yang Lebih Sehat Untuk Sarapan?
-
Senin, 20/05/2013 17:42 WIB
Kandungan Arsenik Pada Daging Ayam Bisa Bahayakan Kesehatan
-
Senin, 20/05/2013 13:42 WIB
Demi Bisa Makan Bento Lezat, Pria Ini Rela Serahkan Diri ke Polisi
-
Senin, 20/05/2013 09:59 WIB
Gara-gara Tebar Bau Bacon Berlebihan Gerai Makanan Ini Ditutup
-
Senin, 20/05/2013 06:43 WIB
Onigiri Ayam dan Sayuran Untuk Bekal si Kecil
-
Senin, 20/05/2013 09:08 WIB
Perbanyak Konsumsi Daging Jika Berencana Hamil
-
Senin, 20/05/2013 05:41 WIB
Bubur Sumsum, si Lembut Legit Sumber Energi Pagi Hari
-
6 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:26 WIB
Makan Jagung Manis Untuk Kulit Sehat dan Kolesterol Terkendali
-
Senin, 20/05/2013 14:34 WIB
Atasi Perut Kembung dan Sulit Tidur dengan Makanan Enak Ini
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Bau badan tak sedap sering muncul? Jangan pernah salahkan parfum yang sudah Anda beli ataupun bahan baju yang Anda pakai. Ternyata, bau tak sedap ini bisa disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi.









