Sabtu, 12/01/2013 12:08 WIB
Ternyata Jumlah Orang yang Berdiet Semakin Sedikit
Coklat dan Permen
- Vitamin B6
- Fondue Chocolate
- Cocoa Mix
Kosmetik
Daging & Daging Olahan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kemunculan aneka pola diet baru membuat kita berpikir bahwa semakin banyak orang yang menerapkan diet. Ternyata, menurut sebuah perusahaan riset yang telah meneliti perilaku diet selama hampir 30 tahun, jumlahnya justru semakin sedikit.
The NPD Group mengungkapkan hasil survei terbarunya tentang pelaku diet di Amerika Serikat. Pada 1991, sebanyak 31% orang dewasa mengaku sedang diet. Namun, 21 tahun kemudian, hanya 20% orang yang mengatakan hal serupa. Penurunan persentase ini juga terjadi pada wanita. Dibanding 34% pada 1992, pada 2012% angkanya turun menjadi 23%.
Pandangan mereka terhadap ukuran tubuh juga berbeda dengan 28 tahun lalu. Sebanyak 55% responden pada 1985 setuju bahwa orang kurus terlihat lebih menarik. Namun, tahun lalu, persentasenya menurun menjadi 23%. "Ini salah satu perubahan terbesar dalam sikap kita terhadap kesehatan selama 30 tahun terakhir," ujar Harry Balzer, wakil ketua NPD.
Diduga, hal ini terjadi karena perubahan konsep 'menarik' dan 'normal'. Pasalnya, hampir 63% dari populasi orang dewasa di AS mengalami kegemukan atau obesitas. Pemahaman kita akan berat badan yang sehat juga berubah, karena bukti baru memperlihatkan bahwa sedikit gemuk baik untuk tubuh serta dapat membuat panjang umur.
Seperti kita ketahui, awal tahun seringkali diisi dengan resolusi diet, namun belum tentu terlaksana dengan baik hingga tahun tersebut berakhir.
NPDpun menemukan bahwa titik terendah diet adalah dua minggu terakhir sebelum pergantian tahun.
"Namun, selama dua minggu pertama Januari, data kami menunjukkan jumlahnya naik hingga 47%," ujar Balzer, seperti dilansir situs resmi NPD (07/01/13). Totalnya, kini ada 50 juta orang dewasa di Amerika yang sedang berdiet.
Meski orang yang mengerjakan diet lebih sedikit, persentase orang yang tetap bertahan dengan dietnya selama lebih dari setahun, naik. Pada 2004, hanya 22% orang yang tetap berdiet. Angka ini naik menjadi 27% pada 2012.
"Selalu ada orang dewasa yang menjadikan diet sebagai gaya hidup... Saya harap mereka sedang tidak berusaha menurunkan berat badan. Mudah-mudahan melakukan diet permanen adalah pilihan gaya hidup," tutupnya.
(odi/fit)
The NPD Group mengungkapkan hasil survei terbarunya tentang pelaku diet di Amerika Serikat. Pada 1991, sebanyak 31% orang dewasa mengaku sedang diet. Namun, 21 tahun kemudian, hanya 20% orang yang mengatakan hal serupa. Penurunan persentase ini juga terjadi pada wanita. Dibanding 34% pada 1992, pada 2012% angkanya turun menjadi 23%.
Pandangan mereka terhadap ukuran tubuh juga berbeda dengan 28 tahun lalu. Sebanyak 55% responden pada 1985 setuju bahwa orang kurus terlihat lebih menarik. Namun, tahun lalu, persentasenya menurun menjadi 23%. "Ini salah satu perubahan terbesar dalam sikap kita terhadap kesehatan selama 30 tahun terakhir," ujar Harry Balzer, wakil ketua NPD.
Diduga, hal ini terjadi karena perubahan konsep 'menarik' dan 'normal'. Pasalnya, hampir 63% dari populasi orang dewasa di AS mengalami kegemukan atau obesitas. Pemahaman kita akan berat badan yang sehat juga berubah, karena bukti baru memperlihatkan bahwa sedikit gemuk baik untuk tubuh serta dapat membuat panjang umur.
Seperti kita ketahui, awal tahun seringkali diisi dengan resolusi diet, namun belum tentu terlaksana dengan baik hingga tahun tersebut berakhir.
NPDpun menemukan bahwa titik terendah diet adalah dua minggu terakhir sebelum pergantian tahun.
"Namun, selama dua minggu pertama Januari, data kami menunjukkan jumlahnya naik hingga 47%," ujar Balzer, seperti dilansir situs resmi NPD (07/01/13). Totalnya, kini ada 50 juta orang dewasa di Amerika yang sedang berdiet.
Meski orang yang mengerjakan diet lebih sedikit, persentase orang yang tetap bertahan dengan dietnya selama lebih dari setahun, naik. Pada 2004, hanya 22% orang yang tetap berdiet. Angka ini naik menjadi 27% pada 2012.
"Selalu ada orang dewasa yang menjadikan diet sebagai gaya hidup... Saya harap mereka sedang tidak berusaha menurunkan berat badan. Mudah-mudahan melakukan diet permanen adalah pilihan gaya hidup," tutupnya.
(odi/fit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
Karena Keramahannya, Pelayan Ini Dapat Tip Rp. 4,4 Juta
-
Selasa, 21/05/2013 06:41 WIB
Youtiao, Kue Khas China yang Enak Untuk Sarapan
-
Selasa, 21/05/2013 06:28 WIB
Sarapan Penuh Nutrisi, Roti Jagung dan Buah Segar a la Venezuela
-
Senin, 20/05/2013 18:37 WIB
Berkunjung ke Pabrik Roti Pane del Giorno (PDG)
-
Senin, 20/05/2013 18:30 WIB
Hmm.. Wangi Pizza Keluar dari DVD Ini!
-
Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
Karena Keramahannya, Pelayan Ini Dapat Tip Rp. 4,4 Juta
-
Selasa, 21/05/2013 06:41 WIB
Youtiao, Kue Khas China yang Enak Untuk Sarapan
-
Selasa, 21/05/2013 06:28 WIB
Sarapan Penuh Nutrisi, Roti Jagung dan Buah Segar a la Venezuela
-
Senin, 20/05/2013 10:43 WIB
Mau Bikin Ikan Bakar yang Gurih dan Enak? Ini Dia Tipsnya!
-
Senin, 20/05/2013 14:34 WIB
Atasi Perut Kembung dan Sulit Tidur dengan Makanan Enak Ini
-
Senin, 20/05/2013 18:03 WIB
Uni Eropa Larang Restoran Sajikan Minyak Zaitun Dalam Mangkuk
-
Senin, 20/05/2013 06:17 WIB
Kentang atau Ubi, Mana yang Lebih Sehat Untuk Sarapan?
-
Senin, 20/05/2013 17:42 WIB
Kandungan Arsenik Pada Daging Ayam Bisa Bahayakan Kesehatan
-
Senin, 20/05/2013 13:42 WIB
Demi Bisa Makan Bento Lezat, Pria Ini Rela Serahkan Diri ke Polisi
-
Senin, 20/05/2013 09:59 WIB
Gara-gara Tebar Bau Bacon Berlebihan Gerai Makanan Ini Ditutup
-
6 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:26 WIB
Makan Jagung Manis Untuk Kulit Sehat dan Kolesterol Terkendali
-
Senin, 20/05/2013 14:34 WIB
Atasi Perut Kembung dan Sulit Tidur dengan Makanan Enak Ini
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Bau badan tak sedap sering muncul? Jangan pernah salahkan parfum yang sudah Anda beli ataupun bahan baju yang Anda pakai. Ternyata, bau tak sedap ini bisa disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi.









