detikfood
Jumat, 26/10/2012 11:03 WIB

Benarkah Torpedo Kambing Bikin Seks Makin Dahsyat?

Fitria Rahmadianti - detikFood
Roti dan Kue
  • Snackit Moon Cake
  • Snackit Kue Pia 100 rasa rasa pandan
  • Snackit Kue Pia 100 rasa kacang merah
Minuman dan Bahan Minuman
Obat-obatan
thumbnail Foto: Thinkstock
Di tempat makan yang menyajikan hidangan kambing, biasanya tergantung torpedo. Pria yang memesannyapun terkesan malu-malu. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum kalau kelamin kambing ini berkhasiat sebagai obat kuat alami. Benarkah khasiatnya demikian hebat?

Di Indonesia, torpedo atau testis kambing biasanya disajikan sebagai sup. Sementara itu, orang Afganistan biasa mengolahnya menjadi torpedo goreng tepung. "Kekuatannya 1000 kali lebih hebat daripada Viagra," kata seorang pedagang torpedo di Kabul, seperti dikutip dari situs SBS (11/02/09).

Tak jauh dari Afganistan, kepercayaan India kuno juga menyebut bahwa torpedo bermanfaat untuk meningkatkan gairah seks. Menurut situs Healthy Place (05/07/11), panduan seks Kama Sutra menyarankan testis domba atau kambing direbus dalam susu.

Selama ini khasiat torpedo kambing untuk kehidupan seks nampaknya masih menjadi mitos. Belum ada penelitian resmi yang membuktikannya. Namun, dr. Phaidon L. Toruan dari Perpasti (Perkumpulan Praktisi Awet Sehat Indonesia) dan praktisi klinis Universitas Indonesia Dr. H. Ari Fahrial Syam membenarkannya.

Berdasarkan informasi yang dilansir Detikhealth (06/11/11), torpedo kambing mengandung testosteron. Testosteron adalah hormon seks pada laki-laki yang berfungsi membangkitkan libido. Konon, untuk mendapat khasiatnya, torpedo harus disantap mentah-mentah. Pasalnya, menurut situs Diet Blog (25/10/12), panas akan merusak kandungan testosteronnya.

Torpedo juga mengandung protein arginin yang dapat meningkatkan senyawa nitro oksida (NO). Senyawa ini dibutuhkan untuk memperlebar pembuluh darah sehingga ereksi bisa berlangsung lebih lama.

Sayangnya, menurut situs Durga Tantra School, efektivitas torpedo kambing terhadap kejantanan pria hanya 30%. Dr. Ari juga mengatakan bahwa manfaatnya tak sehebat yang dibayangkan. "Saya pikir itu karena terlalu di-blow up saja," komentarnya kepada Detikhealth.Next

(odi/flo)

Halaman 1 2

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).