detikfood
Senin, 13/08/2012 14:28 WIB

Berburu Bingka, Kue Lam dan Amparan Tatak di Pasar Wadai

S.Nuke Ernawati - detikFood
Obat-obatan
  • Vaksin; MEVAC ACYW 135
  • Vaksin; MENVEO MENINGOCOCCAL Group A, C, W135
  • Lumbricum
Coklat dan Permen
Vitamin
thumbnail Foto: S.Nuke Ernawati
Singgah ke Pasar Wadai di Banjarmasin bisa panik. Wadai (jajanan) setiap hari selalu ada di di kota yang kondang dengan pasar terapung ini. Ternyata ada 41 jenis wadai khas Banjar yang unik. Sayangnya tak semuanya bisa dicicipi di pasar ini. Bingka, kue lam, kue ipau pun jadi pengobat nostalgia wadai yang lezat nian!

Bulan puasa ini saya mampir bernostalgia ke kota Banjarmasin yang pernah kami tempati di 1981-1985. Setelah keliling kota di siang bolong langsung kami menuju Pasar Wadai Ramadan 1433 H. Pasar ini digelar di Jalan Jendral Sudirman dekat kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan. Tiba sekitar pukul 14.35 WITA sayapun panik juga karena area sudah dipadati 300 kios pedagang wadai dan pengunjung.

Sasaran utama saya, kue bingka kentang. Kalau dulu bingka ini hanya satu varian, sekarang ada aneka variasi rasa. Seperti nangka, tapai, pandan, kismis, durian dan keju. Tidak lagi hanya dibakar, tetapi juga dikukus. Wah, luar biasa!

Bingka yang saya cari adalah versi original yang dibakar agak gosong. Saya pun sibuk mencari penjual kue bingka yang paling gosong. Gosongnya kue ini punya sensasi tersendiri. Kue yang berbahan dasar kentang, terigu, telur, santan dan gula ini, dibakar dengan loyang hingga alas kue dan permukaan kue berwarna agak kecokelatan.

Bingka yang baik adalah bingka yang memakai telur banyak, tetapi adonan tidak berbau anyir telur. Agak sulit memang memilihnya. Ada yang menyarankan beberapa merek bingka tersebut. Namun karena saya ingin bernostalgia dengan bingka asli maka saya tak putus asa.

Kue bingka kentang (Rp.25.000) yang permukaan kuenya terlihat lembap, ada bekas rongga adonan telur yang mengembang. Akhirnya pilihan saya jatuh pada seloyang bingka kentang dengan ciri-ciri tersebut. Benar saja, ketika disantap bingka ini memberikan kelembutan legit basah yang enak.

Selain bingka, wadai yang saya buru adalah kue pisang. Bentuknya seperti kue lumpur dengan adonan tepung terigu, santan, dan gula, daging kelapa muda dan potongan pisang. Ternyata, kue ini tidak saya temukan! Setelah bertanya sana-sini barulah saya mendapat jawaban mengecewakan, "Sudah tidak ada lagi yang bikin buay (bu..)."Next

(odi/odi)

Halaman 1 2

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).