detikfood
Senin, 06/08/2012 14:18 WIB

Banyak Konsumsi Garam Belum Tentu Terkena Tekanan Darah Tinggi

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Ikan dan Produk Olahannya
  • YANGINI BASO IKAN
  • VINISI
  • Tepung Ebi
Roti dan Kue
Susu, Keju dan Es Krim
thumbnail Foto: thinkstock
Jakarta - Pemberian garam pada makanan selalu jadi masalah. Takut-takut kelebihan bisa berakibat buruk untuk kesehatan. Namun sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa menemukan bahwa konsumsi garam sebenarnya tidak berbahaya.

Seperti yang dilansir dari TimesofIndia, hasil studi ini bertentangan dengan American Medical Association, American Heart Association dan Center for Disease Control and Prevention, yang menyatakan banyak konsumsi natrium bisa meningkatkan resiko penyakit jantung.

Para peneliti melibatkan 3.681 responden paruh baya di Eropa, yang mengalami tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.Responden dibagi menjadi tiga kelompok, diantaranya responden konsumsi rendah garam, konsumsi garam sedang dan tbanyak konsumsi garam.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematian sabnayk 50% pada kelompok konsumsi rendah garam, 24% pada kelompok konsumsi sedang dan 10% yang meninggal pada kelompok konsumsi tinggi garam.

Selain itu, resiko penyakit jantung pada kelompok yang konsumsi rendah garam 56% lebih tinggi dari kelompok lainnya. Karena hasil pengamatan ini, peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi sedikit garam, semakin besar kemungkinan meninggal karena penyakit jantung.

“Konsumsi garam belum tentu memiliki efek yang sama pada setiap orang. selain itu jenis garam yang berbeda juga berefek sama.” ujar tim penulis penelitian Dian Griesel, Ph.D. dan Tom Griesel.

(odi/dyh)


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales[at]detik.com
    Telepon 021-7941177 (ext.524).