Rabu, 27/06/2012 15:16 WIB
Wouw, Ada Oreo Pakai Rainbow Cream!
Lain-lain
- Tokusil FC-L
- Tokusil FC-H
- Tokusil FC
Susu dan Makanan Bayi dan Balita
Minuman dan Bahan Minuman
Foto: Oreo
Jakarta - Warna pelangi akhir-akhir ini banyak kita lihat dalam rainbow cake yang sedang trend. Terlepas dari itu, Oreo meluncurkan kampanye bergambar biskuit hitam berisi krim warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Wow, rainbow Oreo!
Selasa (26/6) lalu, Oreo memuat gambar biskuit dengan krim warna-warni di akun Twitter dan Facebook resminya. Di bawah gambar itu tertulis 'June 25|Pride'. Foto ini dipajang di dunia maya dengan tulisan 'celebrate your pride for love!' dan 'proudly support love!'. Ada apa gerangan?
Rupanya iklan ini merupakan bentuk dukungan Oreo terhadap kesetaraan hak kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Di negara-negara barat, bulan Juni dipilih sebagai bulan kaum homoseksual atau LGBT Pride Month. Krim Oreo yang berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu tersebut melambangkan bendera simbol LGBT Pride.
Dengan cepat, gambar tersebut menjadi perbincangan di dunia maya. Dari hampir 27 juta fans Oreo di Facebook, lebih dari 200 ribu orang mengklik tombol 'like'. Foto ini disebar oleh lebih dari 62 ribu orang dan dikomentari oleh lebih dari 32 ribu orang, baik yang mendukung maupun mengecam.
Salah seorang pendukung berkomentar: "Hebat! Senang rasanya melihat dukungan dari sebuah produk besar. Semoga kampanye ini akan memberikan dampak positif. Sementara itu, saya akan pergi ke toko terdekat untuk membeli Oreo." Di sisi lain, ada pula yang menulis: "Saya akan meng-unlike fanpage Oreo serta produk-produk Kraft lainnya di Facebook... Saya tidak akan mendukung perusahaan yang memiliki pandangan demikian."
Juru bicara Kraft menjelaskan kampanye ini kepada Huffington Post Inggris. "Kami sangat antusias menggambarkan momen bersejarah ini dengan cara yang lucu dan menyenangkan. Kraft Foods sejak dulu memang mendukung keberagaman dan inklusivitas. Kami merasa iklan Oreo adalah cerminan menarik dari nilai-nilai yang kami anut," jelasnya.
Iklan ini dibuat oleh agensi Cheil Worldwide. Lantas apakah Oreo pelangi ini betul-betul akan diproduksi dan dijual ke publik? Di kanan bawah gambar ini terlihat tulisan kecil 'made with creme colors that do not exist'. Jadi, Oreo dengan 6 lapis krim ini hanya untuk keperluan iklan dan tidak dapat kita konsumsi.
(odi/flo)
Selasa (26/6) lalu, Oreo memuat gambar biskuit dengan krim warna-warni di akun Twitter dan Facebook resminya. Di bawah gambar itu tertulis 'June 25|Pride'. Foto ini dipajang di dunia maya dengan tulisan 'celebrate your pride for love!' dan 'proudly support love!'. Ada apa gerangan?
Rupanya iklan ini merupakan bentuk dukungan Oreo terhadap kesetaraan hak kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Di negara-negara barat, bulan Juni dipilih sebagai bulan kaum homoseksual atau LGBT Pride Month. Krim Oreo yang berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu tersebut melambangkan bendera simbol LGBT Pride.
Dengan cepat, gambar tersebut menjadi perbincangan di dunia maya. Dari hampir 27 juta fans Oreo di Facebook, lebih dari 200 ribu orang mengklik tombol 'like'. Foto ini disebar oleh lebih dari 62 ribu orang dan dikomentari oleh lebih dari 32 ribu orang, baik yang mendukung maupun mengecam.
Salah seorang pendukung berkomentar: "Hebat! Senang rasanya melihat dukungan dari sebuah produk besar. Semoga kampanye ini akan memberikan dampak positif. Sementara itu, saya akan pergi ke toko terdekat untuk membeli Oreo." Di sisi lain, ada pula yang menulis: "Saya akan meng-unlike fanpage Oreo serta produk-produk Kraft lainnya di Facebook... Saya tidak akan mendukung perusahaan yang memiliki pandangan demikian."
Juru bicara Kraft menjelaskan kampanye ini kepada Huffington Post Inggris. "Kami sangat antusias menggambarkan momen bersejarah ini dengan cara yang lucu dan menyenangkan. Kraft Foods sejak dulu memang mendukung keberagaman dan inklusivitas. Kami merasa iklan Oreo adalah cerminan menarik dari nilai-nilai yang kami anut," jelasnya.
Iklan ini dibuat oleh agensi Cheil Worldwide. Lantas apakah Oreo pelangi ini betul-betul akan diproduksi dan dijual ke publik? Di kanan bawah gambar ini terlihat tulisan kecil 'made with creme colors that do not exist'. Jadi, Oreo dengan 6 lapis krim ini hanya untuk keperluan iklan dan tidak dapat kita konsumsi.
(odi/flo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Rabu, 22/05/2013 06:16 WIB
Sarapan Omelet Keju Agar Berenergi di Pagi Hari
-
Selasa, 21/05/2013 18:23 WIB
Lapar karena Bergadang? Yuk Mampir ke Warung Apotik Jaya!
-
Selasa, 21/05/2013 17:54 WIB
Simpan Buah dan Sayuran Dengan Cara Ini Agar Awet Segarnya
-
Selasa, 21/05/2013 17:22 WIB
Kini Konsumsi Soda Bisa Diketahui dari Analisis Helai Rambut
-
Selasa, 21/05/2013 16:49 WIB
Berburu Nasgor Gila di Jakarta, Mana yang Paling Gila Enaknya?
-
Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
Karena Keramahannya, Pelayan Ini Dapat Tip Rp. 4,4 Juta
-
Selasa, 21/05/2013 12:20 WIB
Tiga Restoran Indonesia Masuk 101 Best Asia Restaurant
-
Selasa, 21/05/2013 16:49 WIB
Rekomendasi Redaksi
Berburu Nasgor Gila di Jakarta, Mana yang Paling Gila Enaknya?
-
Selasa, 21/05/2013 18:23 WIB
Lapar karena Bergadang? Yuk Mampir ke Warung Apotik Jaya!
-
Selasa, 21/05/2013 17:54 WIB
Simpan Buah dan Sayuran Dengan Cara Ini Agar Awet Segarnya
-
Selasa, 21/05/2013 14:09 WIB
Tak Ada Restoran Halal Saat Sedang Berlibur? Ini Dia Trik Amannya!
-
Selasa, 21/05/2013 13:11 WIB
Punya Daftar Menu Seminggu Ternyata Jadi Hemat Waktu dan Uang
-
Selasa, 21/05/2013 10:05 WIB
Mau Coba? Banana Split Termahal Rp. 31 Juta!
-
Selasa, 21/05/2013 09:38 WIB
Inilah Cara Mengenali Minyak Zaitun Berkualitas!
-
Selasa, 21/05/2013 14:39 WIB
Konsumsi Kacang dan Es Krim Tingkatkan Kesuburan
-
5 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:18 WIB
Agar Sukses Melatih si Kecil Makan Sehat, Ikuti Trik Ini!
-
Selasa, 21/05/2013 14:39 WIB
Konsumsi Kacang dan Es Krim Tingkatkan Kesuburan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Konsumsi makanan halal saat bepergian sering jadi masalah. Karena menu halal tak selalu tersedia di berbagai tempat. Seperti di hotel tempat menginap ataupun tak tersedia restoran berlabel halal. Bagiamana menyiasatinya?









