Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Minyak Zaitun Efektif Cegah Obesitas
Minyak, Emulsi dan Lemak
- TRHPO
- FORTUNE FRYING
- DENOIL
Ikan dan Produk Olahannya
Susu, Keju dan Es Krim
Foto: Detikfood
Jakarta - Obesitas kini menjadi masalah dunia, termasuk Indonesia. Seiring dengan meningkatnya angka kegemukan, jumlah penderita penyakit seperti jantung dan diabetes juga semakin tinggi. Salah satu cara untuk mencegah hal ini adalah dengan pandai memilih minyak untuk dikonsumsi.
Data menunjukkan bahwa penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, persentase kematian dini akibat penyakit tidak menular lebih tinggi dibanding persentase dunia. Posisi pertama ditempati oleh kanker, kemudian secara berturut-turut diikuti dengan diabetes, penyakit pernafasan kronik, dan penyakit jantung.
Salah satu faktor utama penyakit jantung koroner adalah obesitas. Penumpukan kolesterol dan lemak di dinding dalam arteri dapat menghambat aliran darah ke jantung, sehingga dapat timbul serangan jantung. Tak hanya itu, obesitas juga bisa memicu risiko stroke serta gagal ginjal dan hati.
Meningkatnya angka obesitas tak lain karena gaya hidup kita yang sudah berevolusi. Komputerisasi membuat kita tak perlu banyak bergerak karena semuanya serba praktis. Begitu pula dengan cara makan kita. Jika dulu kita hanya memakan makanan mentah, sekarang kita mengonsumsi makanan olahan dan kemasan.
Junk food yang kaya lemak jahat namun minim nutrisi sudah menjadi bagian dari konsumsi kita sehari-hari. Majalah Newsweek sampai membuat ulasan khusus mengenai obesitas sebagai epidemi terbaru dunia. 'Kita semakin banyak menyantap makanan 'sampah' namun semakin kurang berolahraga', begitulah judul sampulnya.
Hal ini disampaikan oleh dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp. GK pada acara 'Borges Olive Oil, Healthy Beauty Life' di La Piazza Jakarta, Rabu (16/5). Menurut Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi ini, kita semakin menggemuk dan 'menua'. Polusi dan stres, aktivitas fisik rendah, asupan makanan bertambah, serta radikal bebas meningkat membuat kita berisiko obesitas. "Adipositas sentral adalah akar masalahnya," ujarnya.
Adipositas sentral adalah kegemukan yang terjadi di bagian tengah tubuh, tepatnya di bagian pinggang. Lemak yang menumpuk di bagian perut bisa menyebabkan macam-macam penyakit, di antaranya penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Hal ini banyak dialami oleh perempuan dengan bentuk tubuh seperti apel, yaitu lebih besar di bagian atas dibanding bagian pinggul ke bawah.
Bagaimana cara mencegahnya? "Kita harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengatur berat badan, menyesuaikan profil lipid dan tekanan darah, serta mengendalikan inflamasi," jelas dr. Tirta. Salah satu langkah mudah yang dapat dijalankan adalah mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal, misalnya dari minyak kelapa sawit ke minyak zaitun.
Extra virgin olive oil dapat memperbaiki faktor risiko penyakit jantung koroner. Berdasarkan penelitian, diet mediterania yang banyak menggunakan minyak zaitun dapat menurunkan risiko diabetes mellitus dan penyakit jantung koroner.
Apa yang membuat minyak zaitun baik bagi kesehatan? Minyak zaitun, terutama yang murni seperti extra virgin olive oil, tinggi kandungan lemak tak jenuh tunggalnya, yaitu sekitar 73%. Selain itu, minyak ini juga kaya antioksidan terutama fenol sehingga bisa menurunkan proses peradangan.
Dr. Tirta memberikan tips agar kita mendapatkan manfaat optimal dari extra virgin olive oil. "Jangan memanaskan minyak zaitun jenis ini. Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Botolnya pun tidak boleh tembus cahaya serta harus tertutup rapat," kata dr. Tirta. Pasalnya, minyak tak jenuh punya masa simpan yang singkat dan mudah tengik karena oksidasi. Jika sudah begini, minyak zaitun jadi beracun dan terasa pahit.
(fit/fit)
Data menunjukkan bahwa penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, persentase kematian dini akibat penyakit tidak menular lebih tinggi dibanding persentase dunia. Posisi pertama ditempati oleh kanker, kemudian secara berturut-turut diikuti dengan diabetes, penyakit pernafasan kronik, dan penyakit jantung.
Salah satu faktor utama penyakit jantung koroner adalah obesitas. Penumpukan kolesterol dan lemak di dinding dalam arteri dapat menghambat aliran darah ke jantung, sehingga dapat timbul serangan jantung. Tak hanya itu, obesitas juga bisa memicu risiko stroke serta gagal ginjal dan hati.
Meningkatnya angka obesitas tak lain karena gaya hidup kita yang sudah berevolusi. Komputerisasi membuat kita tak perlu banyak bergerak karena semuanya serba praktis. Begitu pula dengan cara makan kita. Jika dulu kita hanya memakan makanan mentah, sekarang kita mengonsumsi makanan olahan dan kemasan.
Junk food yang kaya lemak jahat namun minim nutrisi sudah menjadi bagian dari konsumsi kita sehari-hari. Majalah Newsweek sampai membuat ulasan khusus mengenai obesitas sebagai epidemi terbaru dunia. 'Kita semakin banyak menyantap makanan 'sampah' namun semakin kurang berolahraga', begitulah judul sampulnya.
Hal ini disampaikan oleh dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp. GK pada acara 'Borges Olive Oil, Healthy Beauty Life' di La Piazza Jakarta, Rabu (16/5). Menurut Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi ini, kita semakin menggemuk dan 'menua'. Polusi dan stres, aktivitas fisik rendah, asupan makanan bertambah, serta radikal bebas meningkat membuat kita berisiko obesitas. "Adipositas sentral adalah akar masalahnya," ujarnya.
Adipositas sentral adalah kegemukan yang terjadi di bagian tengah tubuh, tepatnya di bagian pinggang. Lemak yang menumpuk di bagian perut bisa menyebabkan macam-macam penyakit, di antaranya penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Hal ini banyak dialami oleh perempuan dengan bentuk tubuh seperti apel, yaitu lebih besar di bagian atas dibanding bagian pinggul ke bawah.
Bagaimana cara mencegahnya? "Kita harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengatur berat badan, menyesuaikan profil lipid dan tekanan darah, serta mengendalikan inflamasi," jelas dr. Tirta. Salah satu langkah mudah yang dapat dijalankan adalah mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal, misalnya dari minyak kelapa sawit ke minyak zaitun.
Extra virgin olive oil dapat memperbaiki faktor risiko penyakit jantung koroner. Berdasarkan penelitian, diet mediterania yang banyak menggunakan minyak zaitun dapat menurunkan risiko diabetes mellitus dan penyakit jantung koroner.
Apa yang membuat minyak zaitun baik bagi kesehatan? Minyak zaitun, terutama yang murni seperti extra virgin olive oil, tinggi kandungan lemak tak jenuh tunggalnya, yaitu sekitar 73%. Selain itu, minyak ini juga kaya antioksidan terutama fenol sehingga bisa menurunkan proses peradangan.
Dr. Tirta memberikan tips agar kita mendapatkan manfaat optimal dari extra virgin olive oil. "Jangan memanaskan minyak zaitun jenis ini. Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Botolnya pun tidak boleh tembus cahaya serta harus tertutup rapat," kata dr. Tirta. Pasalnya, minyak tak jenuh punya masa simpan yang singkat dan mudah tengik karena oksidasi. Jika sudah begini, minyak zaitun jadi beracun dan terasa pahit.
(fit/fit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Makan Siang Mantap, Sate Hotplate Plus Sup Buntut Kambing
-
Uni Emirat Arab Janjikan Produk Halal yang Lebih Berkualitas
-
Mau Bikin Ikan Bakar yang Gurih dan Enak? Ini Dia Tipsnya!
-
Gara-gara Tebar Bau Bacon Berlebihan Gerai Makanan Ini Ditutup
-
Perbanyak Konsumsi Daging Jika Berencana Hamil
-
Kartu Nama Ini Juga Berfungsi Jadi Parutan Keju!
-
Onigiri Ayam dan Sayuran Untuk Bekal si Kecil
-
Kentang atau Ubi, Mana yang Lebih Sehat Untuk Sarapan?
-
Bubur Sumsum, si Lembut Legit Sumber Energi Pagi Hari
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Senin, 20/05/2013 12:38 WIB
Sapi Potong yang Diberi Pakan Flaxseed Terbukti Lebih Menyehatkan
-
Senin, 20/05/2013 12:08 WIB
Makan Siang Mantap, Sate Hotplate Plus Sup Buntut Kambing
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Uni Emirat Arab Janjikan Produk Halal yang Lebih Berkualitas
-
Senin, 20/05/2013 10:43 WIB
Mau Bikin Ikan Bakar yang Gurih dan Enak? Ini Dia Tipsnya!
-
Senin, 20/05/2013 09:59 WIB
Gara-gara Tebar Bau Bacon Berlebihan Gerai Makanan Ini Ditutup
-
Senin, 20/05/2013 10:43 WIB
Mau Bikin Ikan Bakar yang Gurih dan Enak? Ini Dia Tipsnya!
-
Senin, 20/05/2013 12:08 WIB
Makan Siang Mantap, Sate Hotplate Plus Sup Buntut Kambing
-
Senin, 20/05/2013 09:59 WIB
Gara-gara Tebar Bau Bacon Berlebihan Gerai Makanan Ini Ditutup
-
Senin, 20/05/2013 09:08 WIB
Perbanyak Konsumsi Daging Jika Berencana Hamil
-
Senin, 20/05/2013 12:38 WIB
Sapi Potong yang Diberi Pakan Flaxseed Terbukti Lebih Menyehatkan
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Uni Emirat Arab Janjikan Produk Halal yang Lebih Berkualitas
-
Senin, 20/05/2013 08:32 WIB
Kartu Nama Ini Juga Berfungsi Jadi Parutan Keju!
-
Senin, 20/05/2013 06:17 WIB
Kentang atau Ubi, Mana yang Lebih Sehat Untuk Sarapan?
-
Senin, 20/05/2013 06:43 WIB
Onigiri Ayam dan Sayuran Untuk Bekal si Kecil
-
Senin, 20/05/2013 05:41 WIB
Bubur Sumsum, si Lembut Legit Sumber Energi Pagi Hari
-
6 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 06:43 WIB
Onigiri Ayam dan Sayuran Untuk Bekal si Kecil
-
Minggu, 19/05/2013 13:28 WIB
Ingin Punya Kulit Mulus dan Cerah? Makanlah Pisang dan Pepaya!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Mumpung lagi libur, tak ada salahnya menyajikan hidangan unik untuk si kecil. Seperti membuat sajian sosis dengan aneka bentuk lucu. Ajak anak-anak untuk berkreasi dengan sosis yang lucu dan unik ini. Dijamin mereka senang pula menyantapnya!









