Kamis, 19/04/2012 09:52 WIB
Konsumsi Corn Syrup Menyebabkan Autisme?
Susu, Keju dan Es Krim
- Bonigrasa whey powder
- DMine
- Nichojess
Minuman dan Bahan Minuman
Daging & Daging Olahan
Foto: bravetart.com
Jakarta - Di Amerika Serikat, angka anak penderita autis naik drastis dalam 6 tahun. Penelitian terus dilakukan terhadap hal ini. Hasil penelitian terakhir mengungkap hubungan antara autisme dengan makanan yang mengandung sirup jagung.
Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa semakin banyak anak usia 8 tahun yang menderita autism spectrum disorder (ASD). Pada periode 2002-2008, terdapat peningkatan hampir 80%.
Saat ini, 1 di antara 88 anak menderita ASD. Jumlah anak laki-laki lebih banyak 5 kali lipat dibanding anak perempuan. Jumlah anak autis yang mendapat pendidikan khusus di Amerika Serikat juga naik 91% pada 2005-2010.
Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi komunikasi dan interaksi sosial. Renee Dufault dan tim dari US Public Health Service pun membuat hubungan antara autisme dengan makanan yang mempengaruhi nutrisi otak dan kemampuan tubuh dalam melenyapkan zat beracun.
Dalam jurnal Clinical Epigenetics tertulis bahwa konsumsi sirup jagung tinggi fruktosa (high fructose corn syrup) atau HFCS terkait dengan berkurangnya kandungan zinc pada makanan. Kekurangan zinc membuat tubuh tak mampu membuang logam berat seperti arsenik, cadmium, dan merkuri. Racun tersebut punya efek merugikan bagi perkembangan otak anak.
Mineral baik seperti kalsium pun bisa dipengaruhi oleh konsumsi HFCS. Kekurangan kalsium bisa memperparah dampak merugikan terhadap janin dan perkembangan otak anak. Efek buruknya juga dapat melemahkan kemampuan tubuh menyingkirkan organophosphate, jenis pestisida yang berefek toksin pada perkembangan otak anak.
“Faktor nutrisi dan terpaan zat kimia beracun bersifat kumulatif dan sinergis dalam mengacaukan perkembangan otak normal,” ujar Dr. Richard Deth, penulis studi ini. Seperti dikutip dari Medical News Today, Richard menambahkan bahwa efek tersebut juga bisa diturunkan dari generasi ke generasi.
“Angka autisme terus bertambah. Oleh karena itu, penerapan perspektif baru ini ke dalam pencegahan, diagnosis, dan perawatan penderita autisme sangat mendesak,” tutup Richard. Sirup jagung biasa dipakai dalam produk permen, kue, serta campuran beberapa makanan ringan dan cokelat.
(odi/fit)
Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa semakin banyak anak usia 8 tahun yang menderita autism spectrum disorder (ASD). Pada periode 2002-2008, terdapat peningkatan hampir 80%.
Saat ini, 1 di antara 88 anak menderita ASD. Jumlah anak laki-laki lebih banyak 5 kali lipat dibanding anak perempuan. Jumlah anak autis yang mendapat pendidikan khusus di Amerika Serikat juga naik 91% pada 2005-2010.
Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi komunikasi dan interaksi sosial. Renee Dufault dan tim dari US Public Health Service pun membuat hubungan antara autisme dengan makanan yang mempengaruhi nutrisi otak dan kemampuan tubuh dalam melenyapkan zat beracun.
Dalam jurnal Clinical Epigenetics tertulis bahwa konsumsi sirup jagung tinggi fruktosa (high fructose corn syrup) atau HFCS terkait dengan berkurangnya kandungan zinc pada makanan. Kekurangan zinc membuat tubuh tak mampu membuang logam berat seperti arsenik, cadmium, dan merkuri. Racun tersebut punya efek merugikan bagi perkembangan otak anak.
Mineral baik seperti kalsium pun bisa dipengaruhi oleh konsumsi HFCS. Kekurangan kalsium bisa memperparah dampak merugikan terhadap janin dan perkembangan otak anak. Efek buruknya juga dapat melemahkan kemampuan tubuh menyingkirkan organophosphate, jenis pestisida yang berefek toksin pada perkembangan otak anak.
“Faktor nutrisi dan terpaan zat kimia beracun bersifat kumulatif dan sinergis dalam mengacaukan perkembangan otak normal,” ujar Dr. Richard Deth, penulis studi ini. Seperti dikutip dari Medical News Today, Richard menambahkan bahwa efek tersebut juga bisa diturunkan dari generasi ke generasi.
“Angka autisme terus bertambah. Oleh karena itu, penerapan perspektif baru ini ke dalam pencegahan, diagnosis, dan perawatan penderita autisme sangat mendesak,” tutup Richard. Sirup jagung biasa dipakai dalam produk permen, kue, serta campuran beberapa makanan ringan dan cokelat.
(odi/fit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Rabu, 22/05/2013 08:09 WIB
Ganti Popok Bayi di Area Tempat Duduk Starbucks, Polisi Ditelepon
-
Rabu, 22/05/2013 06:46 WIB
Sarapan Sehat A la Justin Timberlake dan Carly Rae Jepsen
-
Rabu, 22/05/2013 06:24 WIB
Segelas Jus Jeruk Segar di Pagi Hari Bikin Sehat dan Ceria
-
Rabu, 22/05/2013 06:16 WIB
Sarapan Omelet Keju Agar Berenergi di Pagi Hari
-
Selasa, 21/05/2013 18:23 WIB
Lapar karena Bergadang? Yuk Mampir ke Warung Apotik Jaya!
-
Rabu, 22/05/2013 08:09 WIB
Ganti Popok Bayi di Area Tempat Duduk Starbucks, Polisi Ditelepon
-
Rabu, 22/05/2013 06:46 WIB
Sarapan Sehat A la Justin Timberlake dan Carly Rae Jepsen
-
Rabu, 22/05/2013 06:16 WIB
Sarapan Omelet Keju Agar Berenergi di Pagi Hari
-
Rabu, 22/05/2013 06:24 WIB
Segelas Jus Jeruk Segar di Pagi Hari Bikin Sehat dan Ceria
-
Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
Karena Keramahannya, Pelayan Ini Dapat Tip Rp. 4,4 Juta
-
Selasa, 21/05/2013 12:20 WIB
Tiga Restoran Indonesia Masuk 101 Best Asia Restaurant
-
Selasa, 21/05/2013 18:23 WIB
Lapar karena Bergadang? Yuk Mampir ke Warung Apotik Jaya!
-
Selasa, 21/05/2013 16:49 WIB
Rekomendasi Redaksi
Berburu Nasgor Gila di Jakarta, Mana yang Paling Gila Enaknya?
-
Selasa, 21/05/2013 17:54 WIB
Simpan Buah dan Sayuran Dengan Cara Ini Agar Awet Segarnya
-
Selasa, 21/05/2013 14:09 WIB
Tak Ada Restoran Halal Saat Sedang Berlibur? Ini Dia Trik Amannya!
-
5 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 17:54 WIB
Simpan Buah dan Sayuran Dengan Cara Ini Agar Awet Segarnya
-
Selasa, 21/05/2013 16:18 WIB
Agar Sukses Melatih si Kecil Makan Sehat, Ikuti Trik Ini!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Kehamilan yang didambakan tiap pasangan tidak selalu mudah terwujud. Sistem reproduksi yang bermasalah hingga produksi insulin meningkat bisa jadi penghambatnya. Namun, beberapa makanan bernutrisi bisa membantu memberi asupan nutrisi penting.









