Senin, 26/03/2012 14:21 WIB
Di Resto Mozzeria Ini Pengunjung Tak Perlu Bicara
Rumah Potong Hewan
- RPH Itik Bebek
- Delfarm Pineapple Pie
- Uenaaak Pao Pandan Lapis Coklat
Obat-obatan
Minyak, Emulsi dan Lemak
Foto: sanfrancisco.grubstreet.com // online.wsj.com
Jakarta - Melody dan Russell Stein membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk berpangku tangan. Kedua penyandang tuna rungu ini mengelola sebuah restoran pizza dan mempekerjakan penderita gangguan pendengaran.
Di Mission District, San Fransisco, Amerika Serikat, ada sebuah restoran bernama Mozzeria. Sekilas, tak ada perbedaan mencolok dari tempat makan ini. Pengunjung baru menyadari keunikan Mozzeria saat pelayan menyodorkan satu set keyboard dan layar kecil di pintu depan. Rupanya, alat ini digunakan untuk berkomunikasi dengan staf yang tuna rungu.
Menurut Wall Street Journal, Melody dan Russell adalah penyandang tuna rungu pertama yang membuka restoran di Bay Area, San Fransisco. Mereka adalah bagian dari sedikit penyandang tuna rungu yang mengelola bisnis tempat makan di Amerika Serikat.
Pasangan suami istri ini berbagi tugas: Melody mengurusi menu, sementara Russell memegang kendali manajemen restoran. Melody pergi ke Italia selama 2 minggu untuk belajar membuat adonan dan saus pizza. Ia membawa pulang oven rakitan tangan yang berbahan bakar kayu dari Naples.
Suaminya dulu berperan sebagai pengawas konstruksi restoran, namun sekarang ia turun tangan dalam masalah keuangan dan teknologi di Mozzeria.
Sekitar separuh dari staf restoran ini mengalami gangguan pendengaran, mulai dari pekerja bangunan, pelayan, hingga koki. “Kami sengaja mempekerjakan orang-orang ini karena mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Di perusahaan yang dikelola orang normal, mereka akan sulit mendapat pekerjaan,” jelas Melody.
Komunikasi antara penyandang tuna rungu dan orang normal di restoran ini banyak dilakukan melalui tulisan. Bisa lewat secarik kertas, papan tulis, keyboard, atau iPad. Kadang-kadang, pelanggan yang ingin memesan makanan hanya perlu menunjuk menu.
Melody bercerita tentang kendala membangun usaha tersebut. “Pernah suatu ketika, pemasok bahan baku mengabaikan saya dan langsung bertanya pada staf dapur yang dapat mendengar. Padahal staf saya bukan orang yang berwenang menjawab pertanyaan tersebut,” tutur Melody.
Selain itu, Mozzeria berdiri tak jauh dari Delfina Pizzeria dan Little Star Pizza, dua restoran pizza yang sudah terkenal di Mission District. Melody mengaku, ada beberapa pelanggan yang frustrasi dengan cara berkomunikasi di restorannya. Namun, tak sedikit pula yang mengaku senang dengan pizza serta pengalaman bersantap di sana.
“Komunikasinya lancar-lancar saja, bahkan mengingatkan saya ketika memesan makanan di luar negeri,” ujar Sandy Char, salah satu pelanggan.
Meski demikian, Melody dan Russell tidak ingin Mozzeria dikenal sebagai 'restoran tuli'. “Kami ingin restoran ini dikenal karena pizzanya,” kata Melody. Pizza di sini dijual dengan harga mulai dari Rp 110,000.
Selama 4 bulan berdirinya, Mozzeria telah melayani sekitar 6,000 pelanggan. Meski belum mendapat untung, Melody mengatakan pendapatannya masih sesuai target. Saat ini, ia sedang melakukan penyesuaian terhadap upah karyawan dan harga makanan.
(Odi/Odi)
Di Mission District, San Fransisco, Amerika Serikat, ada sebuah restoran bernama Mozzeria. Sekilas, tak ada perbedaan mencolok dari tempat makan ini. Pengunjung baru menyadari keunikan Mozzeria saat pelayan menyodorkan satu set keyboard dan layar kecil di pintu depan. Rupanya, alat ini digunakan untuk berkomunikasi dengan staf yang tuna rungu.
Menurut Wall Street Journal, Melody dan Russell adalah penyandang tuna rungu pertama yang membuka restoran di Bay Area, San Fransisco. Mereka adalah bagian dari sedikit penyandang tuna rungu yang mengelola bisnis tempat makan di Amerika Serikat.
Pasangan suami istri ini berbagi tugas: Melody mengurusi menu, sementara Russell memegang kendali manajemen restoran. Melody pergi ke Italia selama 2 minggu untuk belajar membuat adonan dan saus pizza. Ia membawa pulang oven rakitan tangan yang berbahan bakar kayu dari Naples.
Suaminya dulu berperan sebagai pengawas konstruksi restoran, namun sekarang ia turun tangan dalam masalah keuangan dan teknologi di Mozzeria.
Sekitar separuh dari staf restoran ini mengalami gangguan pendengaran, mulai dari pekerja bangunan, pelayan, hingga koki. “Kami sengaja mempekerjakan orang-orang ini karena mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Di perusahaan yang dikelola orang normal, mereka akan sulit mendapat pekerjaan,” jelas Melody.
Komunikasi antara penyandang tuna rungu dan orang normal di restoran ini banyak dilakukan melalui tulisan. Bisa lewat secarik kertas, papan tulis, keyboard, atau iPad. Kadang-kadang, pelanggan yang ingin memesan makanan hanya perlu menunjuk menu.
Melody bercerita tentang kendala membangun usaha tersebut. “Pernah suatu ketika, pemasok bahan baku mengabaikan saya dan langsung bertanya pada staf dapur yang dapat mendengar. Padahal staf saya bukan orang yang berwenang menjawab pertanyaan tersebut,” tutur Melody.
Selain itu, Mozzeria berdiri tak jauh dari Delfina Pizzeria dan Little Star Pizza, dua restoran pizza yang sudah terkenal di Mission District. Melody mengaku, ada beberapa pelanggan yang frustrasi dengan cara berkomunikasi di restorannya. Namun, tak sedikit pula yang mengaku senang dengan pizza serta pengalaman bersantap di sana.
“Komunikasinya lancar-lancar saja, bahkan mengingatkan saya ketika memesan makanan di luar negeri,” ujar Sandy Char, salah satu pelanggan.
Meski demikian, Melody dan Russell tidak ingin Mozzeria dikenal sebagai 'restoran tuli'. “Kami ingin restoran ini dikenal karena pizzanya,” kata Melody. Pizza di sini dijual dengan harga mulai dari Rp 110,000.
Selama 4 bulan berdirinya, Mozzeria telah melayani sekitar 6,000 pelanggan. Meski belum mendapat untung, Melody mengatakan pendapatannya masih sesuai target. Saat ini, ia sedang melakukan penyesuaian terhadap upah karyawan dan harga makanan.
(Odi/Odi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Mau Berolahraga? Sebaiknya Konsumsi 7 Minuman Ini!
-
Cantiknya Gerai Starbucks Kobe dan Seoul yang Berdesain Unik
-
Berapa Sebenarnya Takaran Selai Kacang dan Mie Instan untuk Sekali Makan?
-
Yuk, Ajak Si Kecil Bikin Hot Dog dan Puding Cokelat yang Enak!
-
Gara-gara Panaskan Kue Eccles, Tiga Kebakaran Terjadi di Inggris
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Sabtu, 25/05/2013 14:07 WIB
Mau Berolahraga? Sebaiknya Konsumsi 7 Minuman Ini!
-
Sabtu, 25/05/2013 13:10 WIB
Cantiknya Gerai Starbucks Kobe dan Seoul yang Berdesain Unik
-
Sabtu, 25/05/2013 12:32 WIB
Berapa Sebenarnya Takaran Selai Kacang dan Mie Instan untuk Sekali Makan?
-
Sabtu, 25/05/2013 11:36 WIB
Yuk, Ajak Si Kecil Bikin Hot Dog dan Puding Cokelat yang Enak!
-
Sabtu, 25/05/2013 11:10 WIB
Gara-gara Panaskan Kue Eccles, Tiga Kebakaran Terjadi di Inggris
-
Sabtu, 25/05/2013 14:07 WIB
Mau Berolahraga? Sebaiknya Konsumsi 7 Minuman Ini!
-
Sabtu, 25/05/2013 13:10 WIB
Cantiknya Gerai Starbucks Kobe dan Seoul yang Berdesain Unik
-
Sabtu, 25/05/2013 12:32 WIB
Berapa Sebenarnya Takaran Selai Kacang dan Mie Instan untuk Sekali Makan?
-
Sabtu, 25/05/2013 11:36 WIB
Yuk, Ajak Si Kecil Bikin Hot Dog dan Puding Cokelat yang Enak!
-
Sabtu, 25/05/2013 11:10 WIB
Gara-gara Panaskan Kue Eccles, Tiga Kebakaran Terjadi di Inggris
-
Jumat, 24/05/2013 19:27 WIB
Pahlawan Kasus Penculikan Dapat Burger Gratis Seumur Hidup
-
Jumat, 24/05/2013 18:56 WIB
Bayi yang Selalu Habiskan Susu Botol, Cenderung Obesitas Saat Dewasa
-
Jumat, 24/05/2013 07:07 WIB
Apa Menu Sarapan Orang Filipina dan Vietnam?
-
Jumat, 24/05/2013 06:44 WIB
Sempat Dilarang, Akhirnya World Nutella Day Kembali Digelar
-
Jumat, 24/05/2013 17:03 WIB
Ngemil Sop Duren Plus Batagor Kuah, Sedap dan Puas!
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 14:29 WIB
Perut Kembung? Sebaiknya Jangan Konsumsi Gorengan dan Brokoli
-
Jumat, 24/05/2013 13:50 WIB
Ini Dia Rahasia Bikin Hamburger yang Empuk dan Juicy !
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Penderita tekanan darah tinggi jumlahnya makin meningkat. Penyakit yang bisa memicu serangan stroke dan penyakit jantung ini tidak harus diatasi dengan obat-obatan. Beberapa jenis makanan yang rutin dikonsumsi juga bisa mengendalikan tekanan darah.









