detikfood
rss rss fb tw rss

Selasa, 21/02/2012 09:13 WIB

Bakteri dalam Ayam Sebabkan Infeksi Sistem Urin

Fitria Rahmadianti - detikFood



Bakteri dalam Ayam Sebabkan Infeksi Sistem Urin
Foto: pets4life.com
Jakarta - Hati-hati dalam mengolah makanan terutama daging ayam. Salah-salah bisa menyebabkan keracunan atau penyakit serius. Seperti infeksi sistem urin gara-gara bakteri yang terkandung dalam daging ayam.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi sistem urin (UTI) dapat disebabkan oleh konsumsi ayam yang terkontaminasi. Penyakit ini terjadi akibat transmisi bakteri E. coli dari usus ke uretra.

Penemuan tersebut mengejutkan, karena yang selama ini menjadi kambing hitam UTI adalah kurangnya higienitas serta transmisi bakteri melalui hubungan seks. “Kami menduga cara penyebarannya sama dengan bakteri bawaan makanan lain,” kata peneliti Amee Manges, PhD dari McGill University.

Menurut Huffington Post, artinya bakteri bisa berpindah akibat makanan tidak ditangani dengan aman dan tepat. Selain itu, dapur yang terkontaminasi dan ayam yang dimasak kurang matang juga bisa menjadi pemicunya.

Dalam jurnal Emerging Infectious Diseases tertulis bahwa sebanyak 320 sampel daging sapi, babi, dan ayam diperiksa akan kandungan E. colinya. Ternyata, bakteri E. coli dalam daging ayam secara genetis lebih berpotensi menyebabkan UTI dibanding daging sapi dan babi.

UTI terjadi ketika bakteri, jamur, atau virus menjangkiti sistem urin. Biasanya tubuh dapat membuangnya, tapi terkadang mikroba ini dapat tinggal dan berkembang sehingga terjadilah peradangan. Menurut National Institutes of Health, bakteri (terutama E. coli) adalah penyebab UTI yang paling sering ditemui.

Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), bakteri adalah penyebab keracunan makanan nomor 1. Kasus keracunan makanan di Amerika Serikat telah menimbulkan kerugian hingga lebih dari USD 77 milyar per tahun.

(Odi/Odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.


Share

fb   folback

Beri Rating : icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Recommended Reading