Foto: www. informedfarmers.comJakarta -
Paprika dan rawit merupakan salah satu jenis cabai yang sering dimakan. Cabai disukai karena rasa pedasnya dapat membangkitkan selera makan. Kecuali itu rasa pedasnya juga bisa mengobati rasa sakit pada pasien HIV.
Cabai merupakan rempah segar untuk memberikan rasa pedas pada masakan. Orang Asia begitu menggemari cabai. Makanan dari Asia Tenggara, Korea hingga Cina memakai cabai sebagai penyedap makanan. Selain dimasak segar juga dalam keadaan kering dan bubuk.
Perusahaan NeurogesX berseteru dengan FDA pada tahun 2009 tentang penggunaan qutenzo untuk pengobatan nyeri akibat herpes zoster. Qutenzo merupakan bahan aktif bentuk sintesis yang membuat rasa pedas pada cabai atau dikenal dengan capsaicin. NeurogesX pun berhasil memenangkan perseteruan tersebut.
Namun FDA masih harus membahas manfaat rasa pedas pada cabai untuk pasien HIV. Pada hari Selasa (7/02), Food and Drug Administration menyatakan dalam sebuah laporan bahwa rasa pedas pada cabai dapat mengurangi rasa nyeri secara signifikan untuk penderita HIV.
FDA mengatakan penelitian ini gagal karena rasa pedas cabai hanya bertahan selama 30 menit dan itu tidak cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan penderita HIV. Direktur FDA's Division of Anesthesia, Analgesia and Addition ProductsDr. BobRappaport mengatakan, penelitian tersebut belum berhasil dan belum terbukti secara substansial.
European Union telah menyetujui bahwa rasa pedas pada cabai dapat mengendalikan rasa nyeri pada orang dewasa yang menderita HIV. Kini sebuah saham perusahaan yang berbasis Biofarmasi San Mateo, California telah menjual lebih dari 23 persen Qutenzo sejak selasa (7/02) pagi.
(Odi/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda,
di sini.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.