detikfood
Rabu, 11/01/2012 10:23 WIB

Sate dan Tongseng Enak di Solo

Bondan Winarno - detikFood
Makanan Ringan, Bakery dan Bahan Roti
  • Nofrills
  • Air Mancur
  • Kuda
Mie Instan
Kosmetik
thumbnail Foto: Bondan Winarno
Masyarakat Solo sangat gemar makan sate kambing. Di setiap penjuru kota selalu dapat dijumpai penjual sate populer. Jangan heran, di Solo biasanya sate dilolos dari tusukannya, kemudian disajikan tanpa tusukan. Yuk, intip penjual sate dan tongseng enak di Solo!

Beberapa penjual sate kambing di Solo juga menjual sate buntel yang sangat khas. Dibuat dari daging kambing yang dicincang kasar, dibumbui, dibungkus dengan bagian lemak tipis menyerupai sosis, lalu ditusuk dengan tusukan bambu. Dipanggang di atas bara arang. Bumbunya sama dengan sate biasa: kecap manis dengan cabe, merica, dan bawang merah.

Ada lagi sate kere yang sangat unik. Kere dalam bahasa Jawa berarti orang miskin. Harga satenya memang sangat murah. Ini disebabkan oleh bahan-bahannya yang murah juga, misalnya: tempe gembus (tempe yang dibuat dari ampas tahu), dan bagian-bagian sapi seperti kulit, babat, usus, dan lain-lain. Yang paling terkenal adalah Sate Yu Rebi di daerah belakang Sriwedari. Jangan khawatir, pelanggannya ternyata malah orang-orang berduit.

Hati-hati bila menemukan papan nama bertulisan “Sate Jamu” yang cukup banyak hadir di Solo dan sekitarnya. Ini adalah sate yang dibuat dari daging anjing. Biasanya, menu penyertanya adalah rica-rica – juga dari daging yang sama.

Hampir setiap penjual sate kambing di Solo juga sekaligus menjual gule, dan tongseng. Masing-masing juga punya keunggulannya yang khas. Pak Darso maupun Man Gullit, misalnya, selain satenya juga terkenal karena tongsengnya. Tongseng adalah semacam gule dengan bumbu yang lebih pekat – ditambah rajangan kol, dan tomat – dan dibuat secara individual di dalam wajan berdasarkan pesanan.

Ada lagi yang disebut garang masak, yaitu tongseng, tetapi dagingnya dibakar dulu setengah matang.

Sate Kambing Tambaksegaran Asli > 1. Jalan Sutan Syahrir 149, Tambaksegaran, 2). Jalan Gajah Mada 93, 08180 2500110, 12.00–22.30: Gerai kedua diawaki oleh adik laki-laki. Kualitas sate buntelnya otentik. Yang khas di sini adalah kikil bakar. Top markotop! Tengkleng kaki kambing-nya juga boleh diuji.

Sate Ibu Hj. Bejo > Jl. Sebakung (dulu Jl. Perunggu 10, Lojiwetan, 0271 662282, 07.00–16.00: Pak Bejo sudah meninggal. Karena itu sekarang ganti nama. Juga pindah tempat ke belakang Jalan Kapten Mulyadi. Konsistensi kualitas tetap terjaga. Next

(dev/dev)

Halaman 1 2

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).