Foto: Bondan WinarnoJakarta -
Masakan Minang yang satu ini unik. Mirip gulai tetapi tanpa santan. Tetapi jangan ditanya rasanya. Gurih pedas dan asam menyatu hingga membuat lidah bergoyang. Buktikan saja!
Bahan: 1 kg daging sapi (bagian dada atau gajebo alias sandung lamur) Bumbu: 6 lembar daun jeruk nipis 5 lembar daun salam 1 batang sereh Haluskan: 250 g cabai merah giling 20 butir bawang merah 12 siung bawang putih 15 butir kemiri 2 jempol ( 4 cm )jahe 2 jempol ( 4 cm ) lengkuas 3 butir asam kandis Gula dan garam secukupnya sebagai penyeimbang rasa
Cara membuat:
Daging sapi atau ikan dipotong menurut ukuran yang diingini, lalu dicuci bersih.
Campur bumbu halus, daun jeruk nipis, daun salam, dan serai.
Aduk sampai rata dengan daging sapi atau ikan. Diamkan selama 1 jam pada suhu kamar sambil dijaga kebersihannya.
Masukkan ke dalam belanga dari tanah liat (terakota), tambahkan air secukupnya.
Masak dengan api kecil selama 2-3 jam sampai daging empuk dan bumbunya kental. Usahakan sama sekali tidak membuka penutup belanga selama proses memasak.
Asam padeh sebaiknya dimasak hari ini, dan disantap keesokan harinya setelah dihangatkan ulang.
Resep diperoleh dari: Ibu Eti RM Ambun Pagi Jl. Batu Balang Batusangkar 0752 71617
Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.