Rabu, 20/07/2011 11:15 WIB
Bangunan Pusaka Bergelimang Sejarah
Vitamin
- Premix; RM 5
- Vitamin; RM 6
- Vitamin and Mineral Premixes
Lain-lain
Restoran
Foto: Bondan Winarno
Jakarta - Bila Anda penggemar sejarah, khususnya yang berkaitan dengan gedung maupun bangunan pusaka yang kita warisi dari kekayaan sejarah masa lampau, maka hotel yang satu ini pastilah akan menjadi pilihan Anda bila berkunjung ke Surabaya.
Bagi saya pribadi, hotel ini bahkan mengandung kenangan masa lalu yang sangat indah. Pada awal dasawarsa 1950-an, Ayah dipindahkan tugasnya dari Surabaya ke Padang. Pada tahun 1957, ketika terjadi "perang saudara" antara sekelompok perwira tinggi di Sumatra menentang Pemerintahan Presiden Soekarno, Ayah pun membawa kami keluarganya mengungsi ke Jawa. Sesuai penugasan semula, Ayah ditugaskan sementara ke Surabaya. Berhubung rumah dinas belum tersedia, kami sekeluarga "ditempatkan" di Hotel Oranje.
Di masa itu, Hotel Oranje adalah hotel yang terbesar dan termewah di Surabaya. Suasananya masih sangat Belanda. Para petugas hotel yang berseragam serba putih dipanggil dengan sebutan "jongos" (dari kata "jongens" dalam bahasa Belanda). Saya masih sangat ingat bentuk courtyard di dalam hotel, dengan kamar-kamar berteras menghadap ke taman itu. Tepian taman itu ditanami deretan pohon tanjung. Aroma bunganya harum, dan setiap pagi burung-burung riang bercicit menyantap buah tanjung yang ranum.
Etika makan di hotel itupun berlangsung sangat ketat. Sarapan, makan siang, dan makan malam, selalu ditandai dengan lonceng pada waktu yang tepat. Semua tamu hotel masuk ke ruang makan dan bersantap dengan tertib. Saya pernah "disetrap" oleh Ayah, tidak boleh ikut makan di ruang makan selama seminggu, gara-gara menjatuhkan sendok es krim saking terburu-buru ingin menghabiskan dessert kesukaan saya itu.
Bangunan ini dibangun pada tahun 1910. Pemilik hotel, Lucas Martin Sarkies adalah seorang Yahudi Armenia yang juga memiliki hotel-hotel top di Singapura (Raffles), Burma (The Strand), dan Penang (Eastern & Oriental). Penamaan Oranje mengikuti nama wangsa (dinasti) kerajaan Belanda. Semua hotel ini menampilkan suasana Eropa dan Era Kolonialis secara sangat kental. Menginap di hotel ini, selalu mengingatkan pada romance, elegance, dan grandeur yang juga sangat terasa di hotel-hotel serupa di Eropa.
Sejarah yang paling diingat tentang bangunan ini adalah ketika pada 10 November 1945, para pejuang dan pemuda Surabaya mengangkat bambu runcing dan merobek bagian warna biru dari bendera Belanda yang berkibar di menara hotel ini, sehingga tinggal Sang Dwi Warna yang berkibar di sana.
Selama beberapa dasawarsa hotel megah ini menyandang nama Oranje, kemudian berubah namanya menjadi Liberty, sebelum kemudian diubah lagi menjadi Hotel LMS (singkatan dari nama pemiliknya). Pada tahun 1996 hotel ini mengalami renovasi besar-besaran dengan mempertahankan bentuk aslinya, dan dikelola oleh The Mandarin Oriental Group dan diubah namanya menjadi Hotel Majapahit.
Sebelumnya, bangunan hotel ini mengalami penambahan pada tampak depannya pada tahun 1962. Menurut catatan, pada peresmian facade baru ini, hadir juga Charlie Chaplin, bintang komedi legendaries dunia. Bangunan depan yang baru itu dipakai sebagai lokasi kedai es krim dan kue bernama "Hoen Kwee" dan sebagian lagi menjadi took buku Van Dorp. Usai kontrak 10 tahun, Hotel Majapahit meneruskan operasinya tanpa manajemen The Mandarin Oriental.
Sebagai hotel besar di Surabaya yang berlokasi di pusat kota, Hotel Majapahit paling cocok untuk konferensi, seminar, dan sebagainya. Jumlah kamar dan fasilitasnya memadai untuk menampung semua peserta. Demikian juga ruang-rtuang pertemuan berbagai ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan. Untuk kunjungan bisnis, kunjungan keluaga, bahkan berbulan madu pun Hotel Majapahit sangat cocok karena pasti akan meninggalkan kenangan yang indah.
Hotel Majapahit
Jalan Tunjungan 65
Surabaya 60275
Telephone: (62-31) 5454 333
Facsimile: (62-31) 5454 111
www.hotel-majapahit.com
(Odi/dev)
Bagi saya pribadi, hotel ini bahkan mengandung kenangan masa lalu yang sangat indah. Pada awal dasawarsa 1950-an, Ayah dipindahkan tugasnya dari Surabaya ke Padang. Pada tahun 1957, ketika terjadi "perang saudara" antara sekelompok perwira tinggi di Sumatra menentang Pemerintahan Presiden Soekarno, Ayah pun membawa kami keluarganya mengungsi ke Jawa. Sesuai penugasan semula, Ayah ditugaskan sementara ke Surabaya. Berhubung rumah dinas belum tersedia, kami sekeluarga "ditempatkan" di Hotel Oranje.
Di masa itu, Hotel Oranje adalah hotel yang terbesar dan termewah di Surabaya. Suasananya masih sangat Belanda. Para petugas hotel yang berseragam serba putih dipanggil dengan sebutan "jongos" (dari kata "jongens" dalam bahasa Belanda). Saya masih sangat ingat bentuk courtyard di dalam hotel, dengan kamar-kamar berteras menghadap ke taman itu. Tepian taman itu ditanami deretan pohon tanjung. Aroma bunganya harum, dan setiap pagi burung-burung riang bercicit menyantap buah tanjung yang ranum.
Etika makan di hotel itupun berlangsung sangat ketat. Sarapan, makan siang, dan makan malam, selalu ditandai dengan lonceng pada waktu yang tepat. Semua tamu hotel masuk ke ruang makan dan bersantap dengan tertib. Saya pernah "disetrap" oleh Ayah, tidak boleh ikut makan di ruang makan selama seminggu, gara-gara menjatuhkan sendok es krim saking terburu-buru ingin menghabiskan dessert kesukaan saya itu.
Bangunan ini dibangun pada tahun 1910. Pemilik hotel, Lucas Martin Sarkies adalah seorang Yahudi Armenia yang juga memiliki hotel-hotel top di Singapura (Raffles), Burma (The Strand), dan Penang (Eastern & Oriental). Penamaan Oranje mengikuti nama wangsa (dinasti) kerajaan Belanda. Semua hotel ini menampilkan suasana Eropa dan Era Kolonialis secara sangat kental. Menginap di hotel ini, selalu mengingatkan pada romance, elegance, dan grandeur yang juga sangat terasa di hotel-hotel serupa di Eropa.
Sejarah yang paling diingat tentang bangunan ini adalah ketika pada 10 November 1945, para pejuang dan pemuda Surabaya mengangkat bambu runcing dan merobek bagian warna biru dari bendera Belanda yang berkibar di menara hotel ini, sehingga tinggal Sang Dwi Warna yang berkibar di sana.
Selama beberapa dasawarsa hotel megah ini menyandang nama Oranje, kemudian berubah namanya menjadi Liberty, sebelum kemudian diubah lagi menjadi Hotel LMS (singkatan dari nama pemiliknya). Pada tahun 1996 hotel ini mengalami renovasi besar-besaran dengan mempertahankan bentuk aslinya, dan dikelola oleh The Mandarin Oriental Group dan diubah namanya menjadi Hotel Majapahit.
Sebelumnya, bangunan hotel ini mengalami penambahan pada tampak depannya pada tahun 1962. Menurut catatan, pada peresmian facade baru ini, hadir juga Charlie Chaplin, bintang komedi legendaries dunia. Bangunan depan yang baru itu dipakai sebagai lokasi kedai es krim dan kue bernama "Hoen Kwee" dan sebagian lagi menjadi took buku Van Dorp. Usai kontrak 10 tahun, Hotel Majapahit meneruskan operasinya tanpa manajemen The Mandarin Oriental.
Sebagai hotel besar di Surabaya yang berlokasi di pusat kota, Hotel Majapahit paling cocok untuk konferensi, seminar, dan sebagainya. Jumlah kamar dan fasilitasnya memadai untuk menampung semua peserta. Demikian juga ruang-rtuang pertemuan berbagai ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan. Untuk kunjungan bisnis, kunjungan keluaga, bahkan berbulan madu pun Hotel Majapahit sangat cocok karena pasti akan meninggalkan kenangan yang indah.
Hotel Majapahit
Jalan Tunjungan 65
Surabaya 60275
Telephone: (62-31) 5454 333
Facsimile: (62-31) 5454 111
www.hotel-majapahit.com
(Odi/dev)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sop Duren di Sudut Kota Serang
-
Berani Coba? French Fries 1.140 Kalori dari McDonald's Jepang!
-
Agar Tetap Langsing dan Bugar, Makanan Apa yang Baik Dikonsumsi Setelah Olahraga?
-
Di Museum Ini Ada 80 Jenis Racikan Kimchi
-
Wah, Kue Hangat Ini Dikemas Dalam Kotak Berbentuk Oven!
-
Demi Makan Gratis Orang Rela Bekerja di Restoran
-
Makanan Berlabel Sehat Cenderung Dikonsumsi Dalam Porsi Lebih Banyak
-
Apa Menu Sarapan Orang Filipina dan Vietnam?
-
Sempat Dilarang, Akhirnya World Nutella Day Kembali Digelar
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Jumat, 24/05/2013 13:05 WIB
Tekanan Darah Tinggi? Kendalikan dengan Konsumsi Ubi dan Semangka
-
Jumat, 24/05/2013 12:28 WIB
Nyam-nyam, Uniknya Es Krim Rasa Burung Parkit!
-
Jumat, 24/05/2013 11:53 WIB
Berani Coba? French Fries 1.140 Kalori dari McDonald's Jepang!
-
Jumat, 24/05/2013 11:32 WIB
Agar Tetap Langsing dan Bugar, Makanan Apa yang Baik Dikonsumsi Setelah Olahraga?
-
Jumat, 24/05/2013 11:00 WIB
Di Museum Ini Ada 80 Jenis Racikan Kimchi
-
Jumat, 24/05/2013 11:53 WIB
Berani Coba? French Fries 1.140 Kalori dari McDonald's Jepang!
-
Jumat, 24/05/2013 11:32 WIB
Agar Tetap Langsing dan Bugar, Makanan Apa yang Baik Dikonsumsi Setelah Olahraga?
-
Jumat, 24/05/2013 10:26 WIB
Wah, Kue Hangat Ini Dikemas Dalam Kotak Berbentuk Oven!
-
Jumat, 24/05/2013 11:00 WIB
Di Museum Ini Ada 80 Jenis Racikan Kimchi
-
Jumat, 24/05/2013 09:58 WIB
Demi Makan Gratis Orang Rela Bekerja di Restoran
-
Jumat, 24/05/2013 12:28 WIB
Nyam-nyam, Uniknya Es Krim Rasa Burung Parkit!
-
Jumat, 24/05/2013 07:07 WIB
Apa Menu Sarapan Orang Filipina dan Vietnam?
-
Jumat, 24/05/2013 06:44 WIB
Sempat Dilarang, Akhirnya World Nutella Day Kembali Digelar
-
Jumat, 24/05/2013 09:20 WIB
Makanan Berlabel Sehat Cenderung Dikonsumsi Dalam Porsi Lebih Banyak
-
Jumat, 24/05/2013 06:31 WIB
Secangkir Teh Susu Hangat, Untuk Pemicu Energi di Pagi Hari
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 07:07 WIB
Apa Menu Sarapan Orang Filipina dan Vietnam?
-
Kamis, 23/05/2013 15:17 WIB
Ingin Punya Kuku Sehat? Konsumsi Strawberry dan Susu Kedelai
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Pasta kini jadi menu favorit banyak orang di seluruh dunia. Kalori dalam sepiring pasta tradisional sangatlah tinggi, mencapai 500 kalori. Bahan-bahan yang lebih sehat, seperti biji-bijian, sayuran, rempah segar, dan protein sering lupa ditambahkan.









