detikfood
Senin, 18/04/2011 11:45 WIB

Kembung Betelok Langka dari Bangka

Bondan Winarno - detikFood
Bumbu-bumbu (Saos, Kecap, dll)
  • Unifood Kentucky Hot
  • Unifood Kentucky
  • Unifood Rempeyek
Restoran
Susu dan Makanan Bayi dan Balita
thumbnail Foto: Bondan Winarno
Hidangan tradisional ini benar-benar sudah sangat langka dan hampir punah di Pulau Bangka. Padahal, di masa lalu, ini adalah sajian kebanggaan yang wajib hadir pada perhelatan besar.

Kembung Betelok adalah dialek lokal untuk menyebut "ikan kembung bertelur". Lalu, apa istimewanya ikan kembung yang bertelur? Karena ikan kembung berukuran kecil, bukankah telurnya pun hanya berukuran ala kadarnya?

Ikan kembung bertelur ternyata hanya penamaan belaka. Sekilas, bila melihat penyajiannya, memang kelihatan seperti ikan kembung goreng dengan bagian telur alaminya menonjol keluar. Ternyata, setelah digigit, barulah kita sadar bahwa itu bukanlah telur ikan, melainkan daging ikan yang telah dihaluskan dan dibumbui.

Kembung betelok sebenarnya adalah ikan kembung utuh yang dikeluarkan duri, tulang, dan dagingnya secara berhati-hati. Kemudian, daging ikannya dihaluskan, dicampur dengan bumbu-bumbu, kocokan telur ayam, dan santan kental, kemudian dimasukkan kembali secara berhati-hati pula ke dalam "jaket" kulit ikannya sendiri, sehingga kembali membentuk sebagai seekor ikan kembung yang utuh. Ikan "palsu" ini kemudian digoreng, dan disajikan dengan sambal blacan (trasi).

Tentu saja, ikan kembung yang gurih menjadi semakin gurih karena ditambahi dengan bumbu, santan, dan telur ayam. Enaknya lagi, ikan ini sekarang tanpa duri dan tulang. Setelah kepala dan ekornya dipotong - yang semula berfungsi sebagai hiasan kembung betelok kemudian dapat disantap tanpa mempedulikan duri maupun tulang.

Di Bangka, kembung betelok biasanya disajikan dengan sambal blacan yang sungguh istimewa. Trasinya adalah trasi Toboali yang terkenal kualitasnya. Sambalnya hanya dibuat dari cabe merah, bawang putih, dan trasi. Dimakan dengan nasi hangat saja sudah enak, apalagi sebagai cocolan ikan kembung bertelur ini.

Setidaknya ada dua kuliner pusaka serupa dari dua daerah lain di Indonesia. Yang pertama adalah sate bandeng dari Banten, dan yang kedua adalah otak-otak bandeng dari Surabaya dan Gresik. Kedua hidangan yang disebut ini sama-sama dibuat dari ikan bandeng. Daging dan tulangnya dikeluarkan dengan hati-hati, agar kulitnya tetap utuh dan tidak rusak. Daging bandeng kemudian dihaluskan, dicampur bumbu-bumbu, dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulit bandeng. Next

(Odi/dev)

Halaman 1 2

Baca Juga
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).