Senin, 07/02/2011 14:12 WIB
Gabus Kuah Pucung Buat Nyorog Mertue
Minyak, Emulsi dan Lemak
- TRHPO
- FORTUNE FRYING
- DENOIL
Rumah Potong Hewan
Susu dan Makanan Bayi dan Balita
Foto: detikFood
Jakarta - Ternyata, kluwek tampil nyata di berbagai kuliner daerah. Di Manado, daun dari pohonnya - disebut pangi - dirajang halus dan dimasak dalam buluh bambu dengan lemak babi. Di Toraja, daging buahnya dipotong-potong untuk sayur - rasa dan teksturnya mirip labu siam. Di Sulawesi Selatan, kluwek disebut kaloa, dipakai sebagai kuah ikan - masakannya disebut pallu kaloa.
Di Sumatra, pohon kluwek disebut kepayang. Pernah dengar idiom "mabuk kepayang"? Buah kepayang memang mengandung semacam racun yang membuat mabuk bila dimakan. Dari situlah istilah "mabuk kepayang" muncul untuk menyebut orang yang sedang dimabuk asmara. Artinya, tidak sungguh-sungguh mabuk, tetapi "melayang".
Buah kluwek ini bentuknya mirip buah maja atau jeruk bali, namun lebih kecil. Di dalam buah terdapat beberapa daging buah yang tersegmen seperti salak. Masing-masing daging buah mempunyai biji besar yang berkulit keras. Biji-biji inilah yang kemudian diproses dengan cara ditanam beberapa hari di dalam tanah. Daging biji ini mengalami fermentasi alias pembusukan alamiah dan berubah warnanya menjadi hitam. Bagian daging biji yang menghitam inilah yang kemudian dipakai untuk bumbu masak, seperti misalnya untuk memasak rawon.
Gabus kuah pucung khas Betawi ini penyajiannya adalah ikan gabus goreng yang kemudian disiram kuah kental kehitaman. Kuah pucung ini lebih kaya bumbu dan lebih kental bila dibanding dengan rawon. Kekentalannya diperoleh dari kemiri. Rasa gurih diperoleh dari gabungan berbagai bumbu.
Karena masakan gabus kuah pucung ini tidak seberapa pedas, biasanya disajikan sambal kecap manis dengan irisan cabe rawit dan taburan bawang merah goreng renyah sebagai cocolan. Kondimen khusus ini memang serta-merta melambungkan gabus pucung menjadi sajian yang mak nyuss.
Masakan gabus pucung ini memang sangat mirip dengan pallu kaloa di Makassar. Pallu kaloa biasanya dibuat dari ikan kakap atau ikan bandeng, dimasak dalam kuah kluwek encer. Untuk menyantapnya, juga biasa disajikan kondimen berupa raca mangga (mangga setengah muda dicincang memanjang) dan sambal terasi. Sambal pedas dan asamnya mangga mengkal membuat pallu kaloa pun semakin nikmat.
Di masa lalu, adat Betawi mengharuskan calon menantu untuk nyorog (mengirim) masakan gabus pucung kepada calon mertua. Bila calon menantu ingin dianggap kaya, maka ikan gabus gorengnya diganti dengan ikan bandeng yang di masa lalu dianggap sebagai ikan mewah.
Sayangnya, gabus kuah pucung kini semakin terpinggirkan. Sama seperti berbagai masakan khas Betawi lainnya. Tidak heran! Masyarakat asli Betawi pun kini kian tergusur ke tepi kota, sehingga mereka pun membawa ikon kuliner mereka ke pinggiran.
Sudah saatnya kita memperkenalkan kembali masakan-masakan khas Betawi yang punya nilai jual tinggi untuk dipopulerkan di tengah masyarakat yang kebetulan sedang meningkat apresiasinya terhadap kuliner lokal.
Gabus pucung tidak hanya untuk nyorog mertua, kok. Cocok juga untuk disantap sehari-hari.
(gst/dev)
Di Sumatra, pohon kluwek disebut kepayang. Pernah dengar idiom "mabuk kepayang"? Buah kepayang memang mengandung semacam racun yang membuat mabuk bila dimakan. Dari situlah istilah "mabuk kepayang" muncul untuk menyebut orang yang sedang dimabuk asmara. Artinya, tidak sungguh-sungguh mabuk, tetapi "melayang".
Buah kluwek ini bentuknya mirip buah maja atau jeruk bali, namun lebih kecil. Di dalam buah terdapat beberapa daging buah yang tersegmen seperti salak. Masing-masing daging buah mempunyai biji besar yang berkulit keras. Biji-biji inilah yang kemudian diproses dengan cara ditanam beberapa hari di dalam tanah. Daging biji ini mengalami fermentasi alias pembusukan alamiah dan berubah warnanya menjadi hitam. Bagian daging biji yang menghitam inilah yang kemudian dipakai untuk bumbu masak, seperti misalnya untuk memasak rawon.
Gabus kuah pucung khas Betawi ini penyajiannya adalah ikan gabus goreng yang kemudian disiram kuah kental kehitaman. Kuah pucung ini lebih kaya bumbu dan lebih kental bila dibanding dengan rawon. Kekentalannya diperoleh dari kemiri. Rasa gurih diperoleh dari gabungan berbagai bumbu.
Karena masakan gabus kuah pucung ini tidak seberapa pedas, biasanya disajikan sambal kecap manis dengan irisan cabe rawit dan taburan bawang merah goreng renyah sebagai cocolan. Kondimen khusus ini memang serta-merta melambungkan gabus pucung menjadi sajian yang mak nyuss.
Masakan gabus pucung ini memang sangat mirip dengan pallu kaloa di Makassar. Pallu kaloa biasanya dibuat dari ikan kakap atau ikan bandeng, dimasak dalam kuah kluwek encer. Untuk menyantapnya, juga biasa disajikan kondimen berupa raca mangga (mangga setengah muda dicincang memanjang) dan sambal terasi. Sambal pedas dan asamnya mangga mengkal membuat pallu kaloa pun semakin nikmat.
Di masa lalu, adat Betawi mengharuskan calon menantu untuk nyorog (mengirim) masakan gabus pucung kepada calon mertua. Bila calon menantu ingin dianggap kaya, maka ikan gabus gorengnya diganti dengan ikan bandeng yang di masa lalu dianggap sebagai ikan mewah.
Sayangnya, gabus kuah pucung kini semakin terpinggirkan. Sama seperti berbagai masakan khas Betawi lainnya. Tidak heran! Masyarakat asli Betawi pun kini kian tergusur ke tepi kota, sehingga mereka pun membawa ikon kuliner mereka ke pinggiran.
Sudah saatnya kita memperkenalkan kembali masakan-masakan khas Betawi yang punya nilai jual tinggi untuk dipopulerkan di tengah masyarakat yang kebetulan sedang meningkat apresiasinya terhadap kuliner lokal.
Gabus pucung tidak hanya untuk nyorog mertua, kok. Cocok juga untuk disantap sehari-hari.
(gst/dev)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sunlight Kampanyekan Kantin Higienis di Sekolah
-
Strawberry dan Yogurt Bisa Mencegah Gatal dan Kering pada Miss V
-
Pola Makan Sehat Sejak Usia Dini Bisa Kurangi Risiko Sakit Jantung
-
Mau Masak Jengkol yang Enak? Ini Dia Rahasianya!
-
D'Jamur: Gurih, Manis, Empuk Nasi Tim Ayam Jamur
-
Menyantap Semur Jengkol Plus Nasi Uduk Komplit di Sailendra
-
Resep Kue Nastar
-
Persepsi Terhadap Penyebab Obesitas Picu Konsumsi Makanan Berlebih
-
Yuk, Mampir ke Museum Kentang, Aspaaragus dan Mustarad Ini!
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Kamis, 20/06/2013 17:23 WIB
Sunlight Kampanyekan Kantin Higienis di Sekolah
-
Kamis, 20/06/2013 16:31 WIB
Strawberry dan Yogurt Bisa Mencegah Gatal dan Kering pada Miss V
-
Kamis, 20/06/2013 15:39 WIB
Pola Makan Sehat Sejak Usia Dini Bisa Kurangi Risiko Sakit Jantung
-
Kamis, 20/06/2013 14:29 WIB
Mau Masak Jengkol yang Enak? Ini Dia Rahasianya!
-
Kamis, 20/06/2013 13:33 WIB
D'Jamur: Gurih, Manis, Empuk Nasi Tim Ayam Jamur
-
Kamis, 20/06/2013 16:31 WIB
Strawberry dan Yogurt Bisa Mencegah Gatal dan Kering pada Miss V
-
Kamis, 20/06/2013 14:29 WIB
Mau Masak Jengkol yang Enak? Ini Dia Rahasianya!
-
Kamis, 20/06/2013 17:23 WIB
Sunlight Kampanyekan Kantin Higienis di Sekolah
-
Kamis, 20/06/2013 15:39 WIB
Pola Makan Sehat Sejak Usia Dini Bisa Kurangi Risiko Sakit Jantung
-
Kamis, 20/06/2013 13:33 WIB
D'Jamur: Gurih, Manis, Empuk Nasi Tim Ayam Jamur
-
Kamis, 20/06/2013 13:19 WIB
Menyantap Semur Jengkol Plus Nasi Uduk Komplit di Sailendra
-
Kamis, 20/06/2013 10:36 WIB
Inilah Alasan Mengapa Si Kecil Malas Makan Bekalnya di Sekolah!
-
Kamis, 20/06/2013 11:39 WIB
Persepsi Terhadap Penyebab Obesitas Picu Konsumsi Makanan Berlebih
-
Kamis, 20/06/2013 11:07 WIB
Yuk, Mampir ke Museum Kentang, Aspaaragus dan Mustarad Ini!
-
Kamis, 20/06/2013 09:19 WIB
Nestle Luncurkan Cokelat yang Harus Dibekukan Sebelum Dimakan
-
6 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
Must Read
close
-
Kamis, 20/06/2013 11:07 WIB
Yuk, Mampir ke Museum Kentang, Aspaaragus dan Mustarad Ini!
-
Kamis, 20/06/2013 10:36 WIB
Inilah Alasan Mengapa Si Kecil Malas Makan Bekalnya di Sekolah!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sarapan yang biasanya dimakan oleh orang Korea tidak jauh berbeda dengan orang Asia. Orang Korea biasa sarapan dengan menu nasi yang lengkap. Kini orang Korea juga menyantap sarapan praktis seperti roti atau sereal.








