Dwi Hesti
Sebagai ibu dari 3 anak yang sedang bertumbuh, saya ingin memberikan homemade food yang berkualitas untuk keluarga saya. serta meski sekarang saya karyawati, saya ingin juga merintis bisnis dari hobi saya. Blog saya adalah catatan perjalanan saya di dapur, saya harap bisa berguna bagi saya, anak saya kelak, atau bagi penghobi baking & cooking.
Foto: www.mykitchennotes.blogspot.comJakarta -
Masih penasaran dengan bangket kacangnya mbak Nadrah, jadi malam-malam pulang jalan-jalan bikin. Aku pikir seperti kue kacang jadul, tapi ternyata jauh banget dari perkiraan. Teksturnya seperti bangket susu yang harus diperlakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang karena sangat rapuhnya. Dua kue ini adalah kue ter-rapuh yang pernah aku bikin. Kalau kue kacang jadul itu malahan membutuhkan ketahanan gigi, secara teksturnya terlalu kokoh alias keras.
Bangket Kacang Nadrah Shahab
Bahan 500gr kacang tanah kupas, panggang, haluskan 500 gr gula halus, ayak 750 gr terigu serba guna, sangrai 500 ml minyak sayur 1/2 sdt garam Cara Membuat - Panaskan oven 150 'C - Campur semua bahan kering, tambahksan minyak bertahap sambil aduk rata - Bentuk bola kecil, letakkan di loyang kue kering, tekan pelan dengan ujung jari - Oven selama 20_25 menit hingga matang - Keluarkan dari oven, biarkan di loyang sampai dingin, baru pindahkan hati-hati ke stoples (jangang pindahkan saat panas, bisa hancur)
Tips & Triks - Jangan haluskan kacang sampai halus sekali, biarkan ada bagian yang masih kasar, tekstur ini menjadi unik. - Sangrai tepung sampai ringan, kemudian ayak. Karena terigu kalau disangrai suka menggumpal. - Saat semua bahan diaduk, ternyata masih sulit untuk dibentuk, tambahkan minyak kurang lebih 50 ml sampai adonan bisa digenggam (jangan terlalu banyak menambahkan minyak, terlalu oily). - Tekstur kue memang sangat rapuh, jadi saat sudah berwarna kecoklatan pun masih rapuh. Oleh karena itu jangan ragu untuk mengeluarkan dari oven saat sudah kecoklatan, biarkan di loyang hingga dingin. Kue akan 'sedikit' (sedikit loh) kokoh, cukup kokoh untuk dipindahkan ke stoples. Ingat nasehat mbak Nadrah, perlakukan dengan penuh cinta, jangan pindahkan lagi dari stoples, kecuali untuk masuk ke mulut.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.