detikfood

Rabu, 06/10/2010 18:29 WIB

Lucia Nancy|4811|KEP. BABEL & SUMSEL|43

Kain Cual, Eksotika Batik dari Pulau Timah

Lucia Nancy - detikFood
Kain Cual, Eksotika Batik dari Pulau Timah

 

Keliling kota memakai batik di Hari Batik Nasional lalu bertemu pengrajin batik dan membawa pulang oleh-oleh batik khas daerah Bangka Belitung? Such a perfect day!


Bertepatan dengan hari Batik Nasional di tanggal 2 Oktober 2010, saya dan rekan petualang dari Grup Babel Sumsel berkesempatan mengunjungi rumah pengrajin kain cual di daerah Pangkalpinang. Semangat sekali rasanya karena kami termasuk pecinta batik.

 

Ishadi, begitulah nama pengrajin sekaligus merk kain cual yang terkenal di ibukota pemerintahan Bangka Belitung (Babel). Sejak diresmikan menjadi provinsi sendiri di tahun 2000, almarhum suami Ibu Ishadi mempunyai ide untuk mengembangkan kain khas daerah Babel.

 

Pasangan suami istri ini mulai serius melakukan riset dan pengembangan dengan bermodalkan kain cual berumur 200 tahun dari sang kakek buyut. "Kain cual ini aslinya adalah songket, namun agar bisa dipakai sehari-hari oleh masyarakat Bangka, kami memodifikasinya menjadi kain batik." ujar ibu pemilik satu-satunya rumah produksi kain cual di daerah Bangka.

 

Setelah riset, Ibu Ishadi membuat kain cual dan mempromosikannya melalui Pemerintah Kota Bangka Belitung. Usahanya pun membuahkan hasil yang sangat bagus. Setelah mengikuti banyak pameran dan fashion show kain cual, ia mendapat pesanan seragam untuk PNS dan anak-anak sekolah. Sebuah prestasi yang patut dicontoh dan dibanggakan, pamor kain cual pun semakin meningkat di daerah aslinya sendiri.

 

Batik kain cual mempunyai keunikannya tersendiri. Motifnya hanya ada dua, yaitu: flora dan fauna. Sesuai dengan nama motif-motifnya seperti: kembang gajah, burung hong, bebek-bebekan, dan naga bertarung, Cina mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam perkembangan kain cual di Bangka.

 

"Setiap kabupaten kota punya warna dan motifnya sendiri. Contohnya saja, PNS Belitung Timur memakai batik warna merah motif bebek-bebekan, kalau PNS Bangka Barat itu motifnya burung Hong, sedangkan Bangka Selatan memakai batik kain cual motif lada. Semua motif sesuai selera mereka." tutur Ibu Ishadi sambil mengeluarkan beragam contoh kain cual yang digunakan untuk bahan seragam.

 

Pada tahun 2009, Ibu Ishadi mendapatkan Penghargaan Paramakarya dari Depnaker untuk kategori kualitas & produktivitas terbaik versi UKM. Ia merasa bangga karena menurut Ibu Kementrian Koperasi dan UKM, pesona, pamor, dan kualitas kain cual dinilai sudah bisa bersaing dengan batik-batik di Pulau Jawa.

 

Produk yang dihasilkan kain cual antara lain: kain songket, kain batik, kemeja, baju seragam, satu stel kebaya, scarf, selendang, dan dasi batik. Harganya sangat beragam. Mulai dari Rp. 40.000,- sampai yang termahal Rp. 5.750.000,-, tergantung jenis, motif, dan proses pembuatannya.

 

Peran Ibu Ishadi dalam memperkenalkan kain cual sebagai kain khas Bangka Belitung patut diacungkan jempol. Tak seperti rumah atau toko-toko lainnya yang hanya menjual saja, rumah Ibu Ishadi juga dijadikan sebagai tempat workshop pembuatan kain cual.

 

Saya dan rekan semakin jatuh cinta pada batik dan batik Bangka Belitung telah merebut hati kami hari itu. Jangan lupa mampir ke Batik Ishadi ya jika berkunjung ke Bangka. Letaknya di Jl. Jendral A. Yani no 46, Pangkalpinang 33126. Untuk para pemburu batik, dijamin anda pasti ingin memborong kain cual yang sungguh menawan hati itu! (@lucianancy)

 

(Lucia Nancy/Lucia Nancy)


Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan