detikfood
Senin, 04/10/2010 14:50 WIB

Gurihnya Nasi Bakar Sumsum Khas Banten

Devita Sari - detikFood
Kosmetik
  • Soap Noodles
  • Sportz Soap
  • Dream Soap
Coklat dan Permen
Susu, Keju dan Es Krim
thumbnail Foto: dev/Detikfood
Nasi khas Banten berbalut bumbu plus sumsum ini rasanya gurih-gurih enak. Dibungkus daun pisang lalu dibakar hmm... aroma harum sedapnya sungguh mengundang selera. Makin asyik dinikmati hangat-hangat di tengah rintik hujan yang mengguyur kota Serang.  

Hujan yang mengguyur kota Serang, Banten malam itu tidak menyurutkan niat saya untuk mencicipi nasi sumsum khas Banten. Apalagi warung tujuan saya merupakan salah satu warung legendaris yang menjual nasi sumsum sejak 1941. Bersama sejumlah teman lainnya kami pun meluncur ke arah Pasar Lama.

Puri Sumsum - begitulah sebutan untuk warung nasi sumsum yang ada di bilangan Pasar Lama, Serang. Dinamakan demikian karena konon sang pemilik bernama Mang Puri. Tak sulit menemukannya, cukup bertanya pada orang-orang di sekitar pasar dan sampailah kami ke sebuah warung tenda penjual nasi sumsum. Tampak sang penjual sedang sibuk mengipas nasi sumsum di tengah rintik hujan.

Di dalam hanya ada dua meja memanjang dan kursi-kursi plastik. Rupanya kami terlambat sebab nasi bakar sumsum yang tersisa tak banyak lagi pilihan hanya tinggal nasi sumsum biasa. Sedangkan nasi bakar lainnya seperti nasi sumsum otak sapi, ati ampela, bakso, sosis, dan spesial sudah habis dipesan. Menurut si penjual warung ini sudah buka sejak jam 4 sore tak heran kalau stok nasi sumsum habis ola la...

Nasi sumsum dibungkus dengan daun pisang dan ditusuk lidi di kedua sisinya - nyaris seperti otak-otak. Hanya ukurannya lebih besar dan sedikit lebih padat. Setiap ada pesanan sang penjual akan langsung menghangatkannya dengan dikabar kembali, sehingga pengunjung bisa menyantapnya dalam kondisi panas-panas.

Meskipun cuaca yang tak ramah membuat suasana bersantap agak kurang nyaman namun saya nyaris tak terganggu. Pasalnya nasi sumsum di hadapan sudah menyita penuh perhatian saya. Berhubung porsinya tak begitu besar maka saya pun langsung memesan beberapa buah sekaligus.

Beralaskan piring bambu dan daun pisang nasi bakar sumsum ini disajikan dengan irisan tomat segar dan timun. Warna nasinya kemerahan dengan semburat aroma gurih - nyaris mirip nasi goreng. Nasi bakar terasa pulen karena dibakar, aroma rempahnya harum dengan sensasi sedikit pedas. Bagian depannya sedikit gosong kecokelatan, membuat aromanya makin wangi, pedas, menngiurkan.

Hmm... aroma yang menggoda membuat saya segera buru-buru menyuapkannya ke dalam mulut nyam-nyam... uenak! Sesekali potongan sumsum yang ikut termakan serasa melumer di lidah. Rasa gurihnya membuat lidah menari-nari karena kelezatan rasanya. Sungguh tak menyesal saya bersusah-payah menyambangi warung makan ini ditengah guyuran hujan.

Segelas teh panas pun diteguk untuk membilas gurihnya sumsum dan menghangatkan tubuh. Tak heran kalau si penjual mampu menghabiskan 500 bungkus nasi bakar sumsum ini dalam semalam saja. Harga yang harus saya bayar cukup mengejutkan Rp 3000,00 saja untuk sebungkus nasi sumsum biasa dan yang termahal Rp 8000,00 untuk nasi sumsum sosis. Pastinya saya tak akan pernah melewatkan nasi sumsum jika lain kali berkunjung ke Serang.

Puri Sumsum
Jl. Pangeran Purbaya
Pasar Lama Depan Pelita
Serang, Banten
Jam Buka: 04.00 - habis
Telp: 0254-7063881/081388218329
(Odi/dev)


Baca Juga
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Must Read close