detikfood
Rabu, 11/08/2010 15:35 WIB

Boloe Kodja, Hidangan Khas Lebaran di Era 40-an

Avitia Nurmatari - detikFood
Boloe Kodja, Hidangan Khas Lebaran di Era 40-an
Lebaran memang masih lama tapi tak ada salahnya bila kita membahas panganan khas lebaran pada jaman dulu. Boloe Kodja, dari ejaan namanya saja, sudah terlihat makanan ini cukup jadul. Memang benar, pada tahun 1940-1950-an, hampir setiap keluarga menghadirkan Boloe Kodja sebagai hidangan khas lebaran.

13 Mei setahun lalu, Ginda Sonagi (30) dan istrinya Deina Fransia (30) membuka Butik makanan bernama Boloe Kodja di Jalan Lengkong Besar No 109 Bandung. Tujuannya tak lain untuk mengangka kembali makanan jadul yang ngetren pada jaman neneknya.

"Boloe Kodja ini dulu sajian khas lebaran, primadona tahun 1940-an. Resep ini warisan dari nenek yang mendapat resep dari orang belanda," kata Ginda saat berbincang dengan detikbandung.

Resep Boloe Kodja ini awalnya berasal dari Ema Sintadiredja, kemudian diturunkan kepada mertua Ginda, oleh mertuanya kemudian diturunkan pada istrinya, dan akhirnya, ia dan istrinya mengembangkan makanan ini dengan berbagai macam olahan.

"Ema Sintadiredja ini yang pernah diajari membuat Boloe Kodja oleh Belanda, kemudian diturnkan, dan kita olah lagi sekarang. Basicly sih karena saya dan istri saya hobi makan," ujarnya.

Dilihat sekilas, Boloe Koedja mirip seperti klapertart atau puding kental. Tapi setelah disantap, sangat berbeda dengan rasa klapertart maupun puding. Sulit menggambarkan rasa klapertart ini, rasanya memang unik.

"Boloe Kodja bukan cake, bukan klapertaart, pokonya Boloe Kodja ya Boloe Kodja, rasanya unik dan khas," ungkapya.

Diakui Ginda, banyak yang mengira Boloe Kodja sponge cake atau klapertaart. Tapi bagi yang sudah mengenal Boloe Kodja, biasanya tak banyak tanya dan langsung membeli.

"Ada yang ngira sponge cake, dan puding, tapi ini bahannya terbuat dari terigu, karamel, santan dan kelapa asli," terangnya.

Kemasan Boloe Kodja sangat sederhana, hanya beralas mangkuk alumunium foil berdiameter kurang lebih 15 centimeter. "Kalau dulu dibuatnya pakai loyang alumunium, tapi kita pertimbangkan estetika dan kepraktisan, jad pakai alumunium foil," paparnya.

(tya/avi)


Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan