Foto: Bondan WJakarta -
Meskipun agak lama proses memasaknya, bebek khas Gianyar ini rasanya sungguh dahsyat. Empuk dan lembut dagingnya dan aroma bumbu yang harum wangi tiada duanya!
Bahan: 1 ekor bebek 200 cc (1 gelas) air 100 cc minyak kelapa (dari kelapa, bukan kelapa sawit) 50 ml kecap asin
Bumbu, haluskan: 8 butir bawang merah 5 siung bawang putih (kesuna) 10 cabe rawit 1 jempol ( 2 cm) kencur (cekuh) 1 jempol ( 2 cm ) kunyit 1 jempol ( 2 cm ) jahe 1 jempol ( 2 cm ) lengkuas (laos, isen) 1 sdt ketumbar 1 sdt lada hitam 2 kemiri (tingkih) 2 lembar daun salam Garam, trasi secukupnya
Cara membuat:
Campur minyak kelapa, kecap asin, dan trasi. Lumuri bebek dengan campuran ini, pijat-pijat dengan tekanan keras agar dagingnya empuk dan tulang-tulangnya patah. Hasil akhirnya adalah bebek utuh yang lembek.
Masukkan sebagian bumbu halus ke dalam rongga perut bebek, dan sebagian lagi lumurkan di bagian luar.
Bungkus dengan upih (pelepah pinang). Sebelum diikat rapat, tuangkan segelas air yang akan berfungsi untuk melarutkan bumbu dan melunakkan daging bebek selama proses pemasakan.
Bakar (ditimbung) di dalam bara sekam padi selama 12 jam.
Resep diperoleh dari: Ni Wayan Sudiasti (putri Mangku Gunung Lebah) Banjar Penestanan Kaja Sayan, Ubud 0361 977808
Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.