Senin, 21/06/2010 16:02 WIB
Gulai Ketam, Asam-Asam Pedas
Sayuran dan Olahannya
- Yu Long Corn Oil Plant extract
- Wong Coco Sayur Kalengan Jagung Manis
- VINISI Fruit Coctail (Buah-buahan kalengan)
Rumah Potong Hewan
Ikan dan Produk Olahannya
Foto: Bondan W
Medan - Ketam atau kepiting adalah salah satu jenis seafood yang populer di Indonesia. Tiap-tiap daerah pun mempunyai cara khas untuk memasak kepiting. Sekarang, masakan kepiting yang paling populer adalah kepiting lada hitam, kepiting asam manis, kepiting saus padang, kepiting telur asin, dan kepiting asap. Popularitas masakan jenis baru ini memang berpotensi meminggirkan resep pusaka yang mulai kehilangan pamor.
Untungnya, di beberapa daerah, masakan kepiting (termasuk rajungan) tradisional masih bertahan dengan baik. Misalnya, kepiting woku belanga di Sulawesi Utara dan mangut atau becek rajungan di sekitar Tuban, Jawa Timur,
Di Sumatra Utara – khususnya Medan – masih sesekali dapat kita temukan masakan khas Melayu-Deli yang disebut gulai ketam ini. Bahannya dapat dibuat dari kepiting maupun rajungan, dimasak dalam santan kental dengan bumbu-bumbu yang sangat bernuansa Melayu. Artinya, gulai ketam ini sama sekali tidak mengedepankan citarasa India seperti biasanya masakan gulai. Pedasnya lebih menonjol, tetapi bumbu-bumbu lainnya memberikan latar belakang komplet yang cukup lembut. Nuansa asamnya – yang dicapai dengan penggunaan dua jenis asam, yaitu asam gelugur dan kencong (kincung = kecombrang = honje) – membuat gulai ini juga memenuhi syarat untuk disebut sayur asam pedas.
Gulai ketam dapat ditambah sayur – seperti kacang panjang, terong, dan lain-lain – untuk membuatnya lebih bergizi. Perpaduan ini mengingatkan kita pada hadirnya bindih (okra = lady’s fingers) dalam kari ikan a la India.
Karena daging kepiting agak peka terhadap suhu, sebaiknya masakan ini disajikan langsung setelah selesai dimasak. Bila terlalu lama disimpan, dan kemudian dipanaskan lagi, tekstur daging kepitingnya akan menjadi agak keras dan hilang manisnya.
Untuk resep masakan ini, ketam dapat diganti dengan udang atau ikan. Bila diganti dengan daging sapi atau ayam, nuansa asamnya menjadi salah tempat dan kehilangan konteks. Perpaduan daun limau, daun kunyit, dan kencong menciptakan aroma harum yang sangat khas pada masakan ini.
Seandainya tanpa santan, gulai ketam masakan khas Melayu-Deli ini sangat mirip dengan masakan woku belanga dari Sulawesi Utara. Woku belanga lebih aromatik karena memakai tambahan sereh dan daun kemangi.
Seperti masakan-masakan Melayu-Deli pada umumnya, gulai ketam pun semakin langka dan hanya muncul pada jamuan-jamuan yang berkaitan dengan upacara adat. Padahal, gulai selezat ini mestinya perlu dan dapat dihadirkan sebagai sajian sehari-hari.
(gst/dev)
Untungnya, di beberapa daerah, masakan kepiting (termasuk rajungan) tradisional masih bertahan dengan baik. Misalnya, kepiting woku belanga di Sulawesi Utara dan mangut atau becek rajungan di sekitar Tuban, Jawa Timur,
Di Sumatra Utara – khususnya Medan – masih sesekali dapat kita temukan masakan khas Melayu-Deli yang disebut gulai ketam ini. Bahannya dapat dibuat dari kepiting maupun rajungan, dimasak dalam santan kental dengan bumbu-bumbu yang sangat bernuansa Melayu. Artinya, gulai ketam ini sama sekali tidak mengedepankan citarasa India seperti biasanya masakan gulai. Pedasnya lebih menonjol, tetapi bumbu-bumbu lainnya memberikan latar belakang komplet yang cukup lembut. Nuansa asamnya – yang dicapai dengan penggunaan dua jenis asam, yaitu asam gelugur dan kencong (kincung = kecombrang = honje) – membuat gulai ini juga memenuhi syarat untuk disebut sayur asam pedas.
Gulai ketam dapat ditambah sayur – seperti kacang panjang, terong, dan lain-lain – untuk membuatnya lebih bergizi. Perpaduan ini mengingatkan kita pada hadirnya bindih (okra = lady’s fingers) dalam kari ikan a la India.
Karena daging kepiting agak peka terhadap suhu, sebaiknya masakan ini disajikan langsung setelah selesai dimasak. Bila terlalu lama disimpan, dan kemudian dipanaskan lagi, tekstur daging kepitingnya akan menjadi agak keras dan hilang manisnya.
Untuk resep masakan ini, ketam dapat diganti dengan udang atau ikan. Bila diganti dengan daging sapi atau ayam, nuansa asamnya menjadi salah tempat dan kehilangan konteks. Perpaduan daun limau, daun kunyit, dan kencong menciptakan aroma harum yang sangat khas pada masakan ini.
Seandainya tanpa santan, gulai ketam masakan khas Melayu-Deli ini sangat mirip dengan masakan woku belanga dari Sulawesi Utara. Woku belanga lebih aromatik karena memakai tambahan sereh dan daun kemangi.
Seperti masakan-masakan Melayu-Deli pada umumnya, gulai ketam pun semakin langka dan hanya muncul pada jamuan-jamuan yang berkaitan dengan upacara adat. Padahal, gulai selezat ini mestinya perlu dan dapat dihadirkan sebagai sajian sehari-hari.
(gst/dev)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
-
Rabu, 22/05/2013 06:46 WIB
Sarapan Sehat A la Justin Timberlake dan Carly Rae Jepsen
-
Rabu, 22/05/2013 06:24 WIB
Segelas Jus Jeruk Segar di Pagi Hari Bikin Sehat dan Ceria
-
Rabu, 22/05/2013 06:16 WIB
Sarapan Omelet Keju Agar Berenergi di Pagi Hari
-
Selasa, 21/05/2013 18:23 WIB
Lapar karena Bergadang? Yuk Mampir ke Warung Apotik Jaya!
-
Selasa, 21/05/2013 17:54 WIB
Simpan Buah dan Sayuran Dengan Cara Ini Agar Awet Segarnya
-
Rabu, 22/05/2013 06:46 WIB
Sarapan Sehat A la Justin Timberlake dan Carly Rae Jepsen
-
Rabu, 22/05/2013 06:16 WIB
Sarapan Omelet Keju Agar Berenergi di Pagi Hari
-
Rabu, 22/05/2013 06:24 WIB
Segelas Jus Jeruk Segar di Pagi Hari Bikin Sehat dan Ceria
-
Selasa, 21/05/2013 07:21 WIB
Karena Keramahannya, Pelayan Ini Dapat Tip Rp. 4,4 Juta
-
Selasa, 21/05/2013 12:20 WIB
Tiga Restoran Indonesia Masuk 101 Best Asia Restaurant
-
Selasa, 21/05/2013 18:23 WIB
Lapar karena Bergadang? Yuk Mampir ke Warung Apotik Jaya!
-
Selasa, 21/05/2013 16:49 WIB
Rekomendasi Redaksi
Berburu Nasgor Gila di Jakarta, Mana yang Paling Gila Enaknya?
-
Selasa, 21/05/2013 17:54 WIB
Simpan Buah dan Sayuran Dengan Cara Ini Agar Awet Segarnya
-
Selasa, 21/05/2013 14:09 WIB
Tak Ada Restoran Halal Saat Sedang Berlibur? Ini Dia Trik Amannya!
-
Selasa, 21/05/2013 13:11 WIB
Punya Daftar Menu Seminggu Ternyata Jadi Hemat Waktu dan Uang
-
5 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
2 Komentar
-
1 Komentar
-
1 Komentar
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:18 WIB
Agar Sukses Melatih si Kecil Makan Sehat, Ikuti Trik Ini!
-
Selasa, 21/05/2013 14:39 WIB
Konsumsi Kacang dan Es Krim Tingkatkan Kesuburan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Konsumsi makanan halal saat bepergian sering jadi masalah. Karena menu halal tak selalu tersedia di berbagai tempat. Seperti di hotel tempat menginap ataupun tak tersedia restoran berlabel halal. Bagiamana menyiasatinya?









