Yunita Nyutty
Dalam bahasa Jawa "PAWON OMAH" berarti dapur, yang tiap hari digunakan untuk mempersiapkan sarapan, lunch & dinner untuk suami dan anak-anak dengan penuh cinta.
Foto: Pawon OmahJakarta -
Si kakak sudah lama request kepiting, makanya hari ini hunting kepiting di pasar oro-oro dowo & pasar blimbing. Karena di pasar oro-oro dowo harga kepiting lebih mahal ( Rp. 50 rb/kg), ku langsung menuju pasar blimbing. Alhamdulillah..dapat kepiting betina dengan harga Rp. 35 rb/kg. Sayang bukan di langgananku. Kalau di tempat langganan, ku minta kepiting telur, mereka langsung perlihatkan kepitingnya beserta telur2 yang menempel di dalam tubuhnya. Sepertinya tidak begitu musim. Akhirnya hari ini membawa pulang kepiting 1,5 kg. Diolah versi si kakak kepiting asam manis, versi ayah kare kepiting & versi anak kos kepiting saos padang. Kalau kepiting saus padang sudah pernah aku post di sini . Kali ini ku post kare kepiting yaaa....
Bahan : 1 ekor kepiting 2 lmbr daun jeruk 1 lmbr daun salam 1 bh sereh 100 ml air 350 ml santan gula & garam secukupnya
Bumbu halus: 6 btr bawang putih 4 btr bawang merah 1/2 sdt merica bubuk 3/4 sdt ketumbar halus 1 ruas jari lengkuas 1 bh cabe merah besar (ukuran kecil)
cara membuat: 1. Tumis semua bumbu halus beserta daun jeruk, daun salam, sereh & lengkuas hingga harum 2. Masukkan kepiting yg sudah dicuci bersih, aduk sebentar 3. Tambahkan gula, garam & air, aduk rata. Biarkan hingga kepiting berubah warna. 4. Masukkan santan, aduk2 hingga santan bergejolak. Diamkan sebentar agar bumbu meresap ke dalam kepiting. 5. Angkat, sajikan
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.