Foto: DetikfoodJakarta -
Kalau melihat dari bentuk dan warnanya, siapa yang menyangka kalau rasanya akan menggigit. Rempah segar asal Brazil ini kerap kali ditemui di beberapa masakan Italia. Hati-hati Anda bisa dibuat terkejut olehnya!
Saat melihat si mungil ini, kadang kita terkecoh dibuatnya. Pasalnya, bentuknya yang kecil dengan warna merah muda yang cantik membuat kita tak terlalu waspada dengan rempah ini. Tanaman yang bernama latin Schinus terebinthifolius ini biasa hidup di daerah yang beriklim tropis. Seperti Amerika Selatan, Brazil, Argnetina, dan Paraguay.
Meski dinamakan pink pepper, tanaman ini bukan termasuk golongan lada yang sebenarnya. Rasanya memang pedas tapi tidak kuat seperti Szechuan peppercorn atau Andaliman jika di Indonesia. Nama pink pepper diambil dari warna si buah tersebut, namun ada juga yang menyebutnya sebagai Brazillian pepper atau Peruvian pepper.
Pink pepper biasa dicampurkan ke dalam masakan-masakan Italia atau Brazilian food. Bisa digunakan dalan keadaan segar atau yang sudah dikeringkan. Untuk mendapatkan rempah ini memang sedikit sulit, tidak semua toko rempah di Jakarta menjual rempah ini. Biasa di pasar swalayan besar dijual dalam kemasan botol kecil.
(eka/Odi)
Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda,
di sini.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.