detikfood
rss rss fb tw rss

Selasa, 02/03/2010 21:58 WIB

Sayuran Segar vs Sayuran Beku

Eka Septia - detikFood



Sayuran Segar vs Sayuran Beku
Credit: www.gilaorganic.com
Jakarta - Meskipun jumlahnya sedikit namun kadang-kadang kita terpaksa harus mengkonsumsi sayuran beku. Sayuran beku punya kualitas nutrisi yang nyaris sama dengan sayuran segar. Apa saja yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi sayuran beku?

Konsumsi sayuran beku di negera dengan 4 musim jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara tropis. Ini terutama disebabkan karena keadaan alam yang tak memungkinkan tersedianya sayuran segar dalam julah cukup saat musim dingin. Kalaupun ada jumlah sayuran segar terbatas dan harganya jadi mahal.

Jika sayuran yang dikalengkan sering dihindari karena sudah kehilangan sejumlah nutrisi saat dikemas. Seperti dimasak dengan suhu tinggi dan disimpan lama dengan tambahan bahan-bahan kimia. Maka sayuran beku lebih disukai. "Bahkan sayuran beku lebih sehat dibandingkan dengan sayuran segar sekalipun yang dijual di supermarket," demikian tutur Gene Lester, Ph.D.,seorang ahli tanaman di USDA Agricultural Research Center di Weslaco, Texas.

Mengapa hal ini terjadi? Karena sayuran dan buah segar yang akan dibekukan biasanya dipilih dari yang benar-benar bagus dan masak, saat nutrisinya sedang dalam puncak tertinggi. Tahap awal membekukan sayuran adalah memblansir (merebus sebentar dengan air mendidih) atau mengukus untuk membunuh bakteri dan mencegah berkurangnya enzim karena banyak vitamin larut dalam air seperti vitamin C dan vitamin B. Proses pembekuan akan membuat nutrisi penting terkunci dengan baik.

Sebaliknya sayuran dan buah segar yang akan dikirim ke tempat yang jauh biasanya dipetik sebelum tua atau masak sehingga waktu untuk mengembangkan kandungan vitamin dan mineral. Meskipun proses pemasakan masih berlangsung tetapi sayuran tidak akan memiliki kandungan nutrisi yang sama seperti jika matang secara alami.

Sementara itu proses panjang sayuran dari kebun menuju meja makan , sayuran dan buah segar juga terkena pemanasan dan pennyinaran yang berlebihan yang berakibat berkuranganya nutrisi terutama vitamin C dan vitamin B thiamin.

Oleh karena itu jika buah dan sayuran sedang musim, belilah yang segar dan masak pohon. Sedangkan sayuran yang tidak tersedia di pasaran bisa dibeli dalam keadaan beku. Belilah secukupnya dan perhatikan dengan cermat tanggal kadaluwarsanya. Saat akan dikonsumsi, rebus sebentar atau kukus sebentar agar kandungan vitamin dan nutrisinya tidak hilang terlalu banyak.

(eka/Odi)


Install Aplikasi "Makan di Mana" GRATIS untuk smartphone Anda, di sini.


Share

fb   folback

Beri Rating : icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Hubungi kami:
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media partner: promosi[at]detik.com
Pemasangan iklan: sales[at]detik.com

Recommended Reading