Forum detikFood
- jual makanan murah n enak... zrsoda
- Sharing Makanan Enak di J... niacatering
- Rujak HUNI.. huhhh.. sege... borin
- Makan apa saja hari ini ?... F.F.F
- ==Beranda Dapur Saji Deti... jews
- kepenginnya makan apa sek... flextersumatera
Berita Lain
-
Kamis, 19/11/2009 15:30 WIB
Puding Mini Lezat Buatan Sweet Mom -
Rabu, 18/11/2009 14:51 WIB
Ayam Klojotan Pak Bungkik, Sedep Tenan! -
Senin, 09/11/2009 17:01 WIB
Kenyal Lembut Lenggang Asli Palembang! -
Jumat, 06/11/2009 16:50 WIB
Terbius Lezatnya Kuliner Kampus -
Kamis, 05/11/2009 12:42 WIB
Ngopi a la Pontianak di The Kopitiam -
Selasa, 03/11/2009 14:30 WIB
Amboi Lezatnya... Katupe Sayur Pariaman!
Indeks Berita
Link
Jumat, 04/09/2009 13:55 WIB
Menebus Kangen Nasi Uduk Gondangdia
Devita Sari - detikFood

Nasi Uduk Gondangdia
Jakarta - Nasi uduk yang satu ini rasanya pulen dengan aroma wangi gurih dan balutan daun pisang yang khas berbentuk kerucut. Ayam gorengnya kriuk renyah, empalnya empuk, dengan gigitan dua jenis sambal yang puedess... Hidangan berbuka pun makin nikmat ketika menebus kangen nasi yang gurih dan pulen ini!
Jika bicara soal nasi uduk yang terlintas dalam benak saya adalah nasi uduk Gondangdia. Ya, rumah makan yang berdiri sejak tahun 1993 lalu ini memang tak hanya rasanya yang maknyuss... tetapi juga selalu membuat kangen. Hingga akhirnya kemarin saya nekat menebus rasa kangen dengan meluncur menuju nasi uduk Gondangdia untuk berbuka puasa.
Setahu saya dulu rumah makan ini tepatnya berada di bawah fly over kereta Jl. Gondangdia Lama. Tetapi setelah mengalami pembangunan saya tidak begitu tahu dimana rumah makan ini pindah. Tetapi untunglah saat mengamati bagian bawah fly over saya melihat tanda panah bertuliskan nasi uduk. Langsung saja mobil saya belokkan menuju arah yang ditunjuk dan beberapa meter kemudian spanduk bertuliskan nasi uduk Gondangdia sudah ada di depan mata.
Tidak seperti ketika dibawah fly over, tempat baru nasi uduk Gondangdia ini lebih luas dan begitu apik. Di bagian sebelah kanan ada etalase tempat aneka jus dan es diracik. Sedangkan disisi kiri sebuah etalase kaca yang berisi aneka lauk-pauk seperti ayam goreng, udang, empal, cumi goreng, paru, bebek, tempe, tahu, sate usus, ati ayam, dll.
Saya pun langsung menuju ke sisi kiri tempat sebuah etalase kaca yang berisi aneka lauk-pauk. Tak lama saya sudah asyik memilih menu berbuka sore itu, sepotong ayam goreng, empal, setusuk udang serta tempe menjadi pilihan. Untuk minumnya es jeruk kelapa jadi pilihan.
Saat mendengar suara bedug berkumandang segera saya batalkan dengan menyeruput es jeruk kelapa. Alhamdulillah suegerr! Sambari menunggu pesanan tiba saya pun menyempatkan diri untuk sholat di masjid yang ada di depan rumah makan ini. Betul saja setelah selesai sholat semua pesanan saya sudah tersedia di meja siap untuk dinikmati. Suasana rumah makan yang sebelumnya masih belum begitu ramai kini penuh sesak oleh pengunjung.
Pertama-tama saya menikmati semangkok kecil candil yang tersedia sebagai compliment selama bulan ramadhan. Sepiring besar nasi uduk yang dibungkus daun pisang berbenuk kerucut menjadi serbuan saya selanjutnya. Bungkus kerucut yang runcing ini memang sudah menjadi ciri khas nasi uduk Gondangdia. Saat bungkusnya dibuka tercium bau wangi bercampur gurih nasi uduk yang khas.
Piring oval yang berisi ayam goreng, satai udang, empal goreng, dan tahu tersaji di atas meja. Tak ketinggalan dua jenis sambal menjadi pendamping setia di atas meja yaitu sambal kacang, sambal goreng, serta sebotol kecap manis. Seperti biasa kedua sambal saya campur dengan sedikit kecap manis. Barulah terasa efek pedas, gurih, manis yang benar-benar enak!
Ayam gorengnya tak begitu besar karena memakai ayam jantan. Bagian luarnya renyah kriuk... namun bagian dalamnya lembut dengan aroma harum kunyit yang meresap ke bagian dalam dagingnya. Saat dicocol dengan sambal nyam nyam... rasanya makin enak. Hmm... gurihnya nasi uduk, pedasnya sambal dan lembutnya ayam menjadi paduan yang sempurna!
Empal gorengnya juga tak kalah enak. Potongannya tidak terlalu tipis tetapi digoreng kering dengan rasa yang empuk dan tak pelit bumbu. Sedangkan satai udang terdiri dari dua buah udang besar yang ditusuk memakai lidi lalu digoreng. Udangnya sangat terasa fresh terbukti rasa dagingnya manis dan pas dinikmati bersama cocolan sambal.
Tak terasa titik-titik peluh mulai muncul di kening. Bukan karena cuaca yang panas melainkan sengatan sambal yang cukup mengigit. Untung ada si es jeruk kelapa yang sueger... seketika meredakan pedasnya sambal.
Untuk menebus rasa kangen ini saya pun tak perlu membayar terlalu mahal. Sepincuk nasi uduk hanya dihargai Rp 4000,00, sepotong ayam goreng Rp 9.500,00 dan setusuk satai udang Rp 17.500,00. Dalam hati saya pun berjanji akan kembali lagi tetapi tentunya dengan mengajak teman-teman untuk menularkan rasa kangen nasi uduk Gondangdia ini.
Nasi Uduk Gondangdia
Jl. Cikini IV No.8A
Jakarta Pusat
Telp: 021-98566400/31935131
Jl. Boulevard Raya TA2 No.36
Kelapa Gading - Jakarta Utara
Jl. Galaxi Raya Blok B No.8
Bekasi
( dev / Odi )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menebus Kangen Nasi Uduk Gondangdia
Devita Sari - detikFood

Nasi Uduk Gondangdia
Jika bicara soal nasi uduk yang terlintas dalam benak saya adalah nasi uduk Gondangdia. Ya, rumah makan yang berdiri sejak tahun 1993 lalu ini memang tak hanya rasanya yang maknyuss... tetapi juga selalu membuat kangen. Hingga akhirnya kemarin saya nekat menebus rasa kangen dengan meluncur menuju nasi uduk Gondangdia untuk berbuka puasa.
Setahu saya dulu rumah makan ini tepatnya berada di bawah fly over kereta Jl. Gondangdia Lama. Tetapi setelah mengalami pembangunan saya tidak begitu tahu dimana rumah makan ini pindah. Tetapi untunglah saat mengamati bagian bawah fly over saya melihat tanda panah bertuliskan nasi uduk. Langsung saja mobil saya belokkan menuju arah yang ditunjuk dan beberapa meter kemudian spanduk bertuliskan nasi uduk Gondangdia sudah ada di depan mata.
Tidak seperti ketika dibawah fly over, tempat baru nasi uduk Gondangdia ini lebih luas dan begitu apik. Di bagian sebelah kanan ada etalase tempat aneka jus dan es diracik. Sedangkan disisi kiri sebuah etalase kaca yang berisi aneka lauk-pauk seperti ayam goreng, udang, empal, cumi goreng, paru, bebek, tempe, tahu, sate usus, ati ayam, dll.
Saya pun langsung menuju ke sisi kiri tempat sebuah etalase kaca yang berisi aneka lauk-pauk. Tak lama saya sudah asyik memilih menu berbuka sore itu, sepotong ayam goreng, empal, setusuk udang serta tempe menjadi pilihan. Untuk minumnya es jeruk kelapa jadi pilihan.
Saat mendengar suara bedug berkumandang segera saya batalkan dengan menyeruput es jeruk kelapa. Alhamdulillah suegerr! Sambari menunggu pesanan tiba saya pun menyempatkan diri untuk sholat di masjid yang ada di depan rumah makan ini. Betul saja setelah selesai sholat semua pesanan saya sudah tersedia di meja siap untuk dinikmati. Suasana rumah makan yang sebelumnya masih belum begitu ramai kini penuh sesak oleh pengunjung.
Pertama-tama saya menikmati semangkok kecil candil yang tersedia sebagai compliment selama bulan ramadhan. Sepiring besar nasi uduk yang dibungkus daun pisang berbenuk kerucut menjadi serbuan saya selanjutnya. Bungkus kerucut yang runcing ini memang sudah menjadi ciri khas nasi uduk Gondangdia. Saat bungkusnya dibuka tercium bau wangi bercampur gurih nasi uduk yang khas.
Piring oval yang berisi ayam goreng, satai udang, empal goreng, dan tahu tersaji di atas meja. Tak ketinggalan dua jenis sambal menjadi pendamping setia di atas meja yaitu sambal kacang, sambal goreng, serta sebotol kecap manis. Seperti biasa kedua sambal saya campur dengan sedikit kecap manis. Barulah terasa efek pedas, gurih, manis yang benar-benar enak!
Ayam gorengnya tak begitu besar karena memakai ayam jantan. Bagian luarnya renyah kriuk... namun bagian dalamnya lembut dengan aroma harum kunyit yang meresap ke bagian dalam dagingnya. Saat dicocol dengan sambal nyam nyam... rasanya makin enak. Hmm... gurihnya nasi uduk, pedasnya sambal dan lembutnya ayam menjadi paduan yang sempurna!
Empal gorengnya juga tak kalah enak. Potongannya tidak terlalu tipis tetapi digoreng kering dengan rasa yang empuk dan tak pelit bumbu. Sedangkan satai udang terdiri dari dua buah udang besar yang ditusuk memakai lidi lalu digoreng. Udangnya sangat terasa fresh terbukti rasa dagingnya manis dan pas dinikmati bersama cocolan sambal.
Tak terasa titik-titik peluh mulai muncul di kening. Bukan karena cuaca yang panas melainkan sengatan sambal yang cukup mengigit. Untung ada si es jeruk kelapa yang sueger... seketika meredakan pedasnya sambal.
Untuk menebus rasa kangen ini saya pun tak perlu membayar terlalu mahal. Sepincuk nasi uduk hanya dihargai Rp 4000,00, sepotong ayam goreng Rp 9.500,00 dan setusuk satai udang Rp 17.500,00. Dalam hati saya pun berjanji akan kembali lagi tetapi tentunya dengan mengajak teman-teman untuk menularkan rasa kangen nasi uduk Gondangdia ini.
Nasi Uduk Gondangdia
Jl. Cikini IV No.8A
Jakarta Pusat
Telp: 021-98566400/31935131
Jl. Boulevard Raya TA2 No.36
Kelapa Gading - Jakarta Utara
Jl. Galaxi Raya Blok B No.8
Bekasi
( dev / Odi )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikfood-milis@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Stevany di stevany@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.519).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Stevany di stevany@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.519).



