Forum detikFood
- Rujak HUNI.. huhhh.. sege... borin
- Masakan Khas Aceh ( at Ci... joemrocha
- Jual Bebek Potong cocok u... sangdewa
- Makan apa saja hari ini ?... F.F.F
- ==Beranda Dapur Saji Deti... jews
- kepenginnya makan apa sek... flextersumatera
Berita Lain
-
Jumat, 11/09/2009 13:30 WIB
Deden Gumilar: Cinta Makanan Tradisional -
Selasa, 28/07/2009 14:58 WIB
Setiyanto: Spontan dalam Berkreasi -
Rabu, 01/07/2009 14:15 WIB
Alex Fatrisman: Pastry Bagai Sebuah Karya Seni -
Selasa, 14/04/2009 12:31 WIB
Chef Yohannes: Berkarir 16 Tahun di Luar Negeri -
Selasa, 17/03/2009 14:48 WIB
Michael J. Gibbons: Menyajikan Kopi Penuh Cinta
Indeks Berita
Link
Selasa, 26/05/2009 13:18 WIB
Mohammed Basheer: Mencintai Home Cooking
Odilia Winneke - detikFood

Chicken Tikka(bawah)
Jakarta - Chef muda yang murah senyum ini menguasai hidangan klasik India dan hidangan dari berbagai wilayah India. Bekerja di dapur merupakan obsesinya. Melihat tamu puas dan senang menyantap makanannya merupakan kebahagiaan baginya. Mengapa pula ia jatuh hati pada home cooking India?
Makanan India memang tak sepesat makanan Jepang menjadi populer di dunia. Namun, pelan tapi pasti makanan India mulai banyak digemari orang. Terbukti gerai makanan India di restoran Satoo yang berlokasi di lantai dasar hotel Shangri-la Jakarta selelu dipenuhi pengunjung. Seperti siang itu sang chef Mohammed Basheer sibuk menjelaskan soal jenis kari yang hangat mengepul di hadapannya.
Melihat sekilas sajian yang dibuat oleh chef yang berasal dari Calcutta ini terlihat agak berbeda. Ada Daal Makhni (kari kacang lentil kuning) dan Jheenga Kaali Mirch (kari udang) yang wangi semerbak. Keduanya terasa sangat gurih setelah dipadu dengan Chicken Tikka dengan bumbu racikan sang chef dan Tandoori Egg yang unik dan merupakan andalannya. Sang chef juga mahir membuat Rumali Roti, roti tipis lebar yang renyah gurih untuk teman kari.
Chef yang berwajah manis ini memulai karirnya sejak berusia 11 tahun. Tentu saja dengan belajar memasak langsung di dapur. Hal ini sangat mungkin dilakukan mengingat keluarganya tergolong keluarga besar dengan 7 bersaudara dan dua kakaknya menjadi chef. "Sejak awal memang saya ingin mendedikasikan diri pada kuliner India," tuturnya sambil tersenyum. "Chef gives live to people," demikian alasannya.
Obsesinya diwujudkan dengan menjalani pelatihan di Selatan dan Utara India sehingga gaya kuliner di berbagai belahan India dikuasainya dengan baik. Penguasaannya akan kuliner India ini juga yang membawanya berkarir di hotel Shangri-la Oman selama 2 tahun sebelum akhirnya memilih Jakarta sebagai tujuan berikutnya.
Mengawali karir di restoran Moti Mahal sebagai Commis III di usia 21 tahun, ia pun terus belajar dan tak berhenti mencari pengalaman. Perjalanan karirnya dilanjutkan sebagai chef tandoor di Wyte Forte, Hotel Kochi dan Commis II di Leela Lempenski, Kovalam. Meskipun bekerja sebagai chef makanan India bukan berarti ia tak mempelajari kuliner lain. "Melihat kuliner Barat, Cina dan Thai justru membuat saya makin memahami ciri dan perbedaam kuliner masing-masing," tutur chef yang senang mendengarkan musik di waktu luangnya ini.
"Melihat kecenderungan kuliner dunia untuk mengglobal dan makin spesifik saya justru melihat peluang makanan India untuk makin berkembang," tuturnya serius. Hidangan lain selain India biasanya diolah dengan berbagai bumbu yang tidak semuanya dibuat sendiri tetapi siap pakai. Misalnya sambal, saus tomat, saus tiram, saus BBQ dan berbagai jenis bumbu lainnya.
"Sebaliknya makanan India hampir semuanya dibuat sendiri seperti chutney, bumbu kari, dan aneka saus. Karena itu selalu segar dan kualitasnya bisa dikontrol," tegas sang chef. Karena saat ini kecenderungan kuliner dunia makin spesifik, berkualitas dan sehat maka ia melihat peluang terbuka lebar untuk kuliner India. "Karena itulah saya mencintai masakan India, karena 'home cooking'," tutur chef yang berhobi mengebut dengan motor kesayangannya saat pulang ke Calcutta ini.
Optimismenya akan kuliner India pun akan diwujudkannya dengan membuka usaha dengan seorang rekan dari Canada tahun depan. "Buat saya melihat tamu senang, tersenyum bahagia, kenyang dan puas dengan makanan saya, merupakan kebahagiaan tersendiri," ujar chef yang juga senang menggeluti fotografi.
Khusus untuk detikfood, chef Basheer membagikan resep 'Chicken Tikka', BBQ ayam khas India yang menjadi andalannya. "Membuatnya tidak sulit dan rasanya pasti enak," demikian pesannya.
Chicken Tikka
Bahan:
150 g daging ayam, potong-potong
10 g adas bubuk
10 g garam masala bubuk
15 g pasta bawang putih dan jahe
10 g klabet
10 ml minyak
Garam
5 g merica bubuk
50 g yoghurt tawar
20 g cabai merah bubuk
20 g daun ketumbar cinang
10 ml jus lemon
Cara membuat:
Tips:
( eka / Odi )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mohammed Basheer: Mencintai Home Cooking
Odilia Winneke - detikFood

Chicken Tikka(bawah)
Makanan India memang tak sepesat makanan Jepang menjadi populer di dunia. Namun, pelan tapi pasti makanan India mulai banyak digemari orang. Terbukti gerai makanan India di restoran Satoo yang berlokasi di lantai dasar hotel Shangri-la Jakarta selelu dipenuhi pengunjung. Seperti siang itu sang chef Mohammed Basheer sibuk menjelaskan soal jenis kari yang hangat mengepul di hadapannya.
Melihat sekilas sajian yang dibuat oleh chef yang berasal dari Calcutta ini terlihat agak berbeda. Ada Daal Makhni (kari kacang lentil kuning) dan Jheenga Kaali Mirch (kari udang) yang wangi semerbak. Keduanya terasa sangat gurih setelah dipadu dengan Chicken Tikka dengan bumbu racikan sang chef dan Tandoori Egg yang unik dan merupakan andalannya. Sang chef juga mahir membuat Rumali Roti, roti tipis lebar yang renyah gurih untuk teman kari.
Chef yang berwajah manis ini memulai karirnya sejak berusia 11 tahun. Tentu saja dengan belajar memasak langsung di dapur. Hal ini sangat mungkin dilakukan mengingat keluarganya tergolong keluarga besar dengan 7 bersaudara dan dua kakaknya menjadi chef. "Sejak awal memang saya ingin mendedikasikan diri pada kuliner India," tuturnya sambil tersenyum. "Chef gives live to people," demikian alasannya.
Obsesinya diwujudkan dengan menjalani pelatihan di Selatan dan Utara India sehingga gaya kuliner di berbagai belahan India dikuasainya dengan baik. Penguasaannya akan kuliner India ini juga yang membawanya berkarir di hotel Shangri-la Oman selama 2 tahun sebelum akhirnya memilih Jakarta sebagai tujuan berikutnya.
Mengawali karir di restoran Moti Mahal sebagai Commis III di usia 21 tahun, ia pun terus belajar dan tak berhenti mencari pengalaman. Perjalanan karirnya dilanjutkan sebagai chef tandoor di Wyte Forte, Hotel Kochi dan Commis II di Leela Lempenski, Kovalam. Meskipun bekerja sebagai chef makanan India bukan berarti ia tak mempelajari kuliner lain. "Melihat kuliner Barat, Cina dan Thai justru membuat saya makin memahami ciri dan perbedaam kuliner masing-masing," tutur chef yang senang mendengarkan musik di waktu luangnya ini.
"Melihat kecenderungan kuliner dunia untuk mengglobal dan makin spesifik saya justru melihat peluang makanan India untuk makin berkembang," tuturnya serius. Hidangan lain selain India biasanya diolah dengan berbagai bumbu yang tidak semuanya dibuat sendiri tetapi siap pakai. Misalnya sambal, saus tomat, saus tiram, saus BBQ dan berbagai jenis bumbu lainnya.
"Sebaliknya makanan India hampir semuanya dibuat sendiri seperti chutney, bumbu kari, dan aneka saus. Karena itu selalu segar dan kualitasnya bisa dikontrol," tegas sang chef. Karena saat ini kecenderungan kuliner dunia makin spesifik, berkualitas dan sehat maka ia melihat peluang terbuka lebar untuk kuliner India. "Karena itulah saya mencintai masakan India, karena 'home cooking'," tutur chef yang berhobi mengebut dengan motor kesayangannya saat pulang ke Calcutta ini.
Optimismenya akan kuliner India pun akan diwujudkannya dengan membuka usaha dengan seorang rekan dari Canada tahun depan. "Buat saya melihat tamu senang, tersenyum bahagia, kenyang dan puas dengan makanan saya, merupakan kebahagiaan tersendiri," ujar chef yang juga senang menggeluti fotografi.
Khusus untuk detikfood, chef Basheer membagikan resep 'Chicken Tikka', BBQ ayam khas India yang menjadi andalannya. "Membuatnya tidak sulit dan rasanya pasti enak," demikian pesannya.
Chicken Tikka
Bahan:
150 g daging ayam, potong-potong
10 g adas bubuk
10 g garam masala bubuk
15 g pasta bawang putih dan jahe
10 g klabet
10 ml minyak
Garam
5 g merica bubuk
50 g yoghurt tawar
20 g cabai merah bubuk
20 g daun ketumbar cinang
10 ml jus lemon
Cara membuat:
- Aduk potongan ayam dengan semua bumbu hingga benar-benar rata.
- Panggang dalam oven hingga matang dan agak kering. Angkat.
- Sajikan dengan suas mint dan salad, jika suka.
Tips:
- Garam masala merupakan racikan rempah khas India Utara yang bisa dibeli jadi di pasar swalayan. Atau dibuat sendiri dengan mencampur asas, ketumbar, klabet, cengkih, kayumanis, bay leaf dan kayu manis. Ada beberapa variasi racikan rempahnya dan bisa mencapai 12 jenis.
- Biarkan daging ayam terendam bumbu beberapa saat agar meresep sebelum dipanggang.
- Bisa dipanggang di atas bara api atau di dalam oven.
( eka / Odi )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikfood-milis@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Stevany di stevany@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.519).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Stevany di stevany@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.519).



