detikfood
Kamis, 01/01/1970 07:00 WIB

Diskusi Resep, Mencicip, 'Menjarah' Plus Ngeborong

Devita Sari - detikFood
Diskusi Resep, Mencicip, Menjarah Plus Ngeborong
Tak sekedar makan-makan, namun kopi darat anggota milis detikfood ini juga kaya ilmu. Resep dan cara pembuatan lapis legit ekonomis dan kue mangkok ubi yang mekar pun diungkap oleh sang ahli kue kuno. Belum lagi acara 'menjarah' sisa makanan dan memborong kue yang juga seru dan heboh. Gak percaya? Intip saja ulah mereka!

Setelah mengalami jadwal ulang dan penundaan akhirnya acara kumpul bareng alias kopdar anggota milis detikfood terwujud. Nah, sekaligus dalam suasana memperingati hari Kemerdekaan, maka acara yang digelar Sabtu, 16 Agustus 2008 ini sepakat mengambil tema berupa 'Makanan Indonesia'.

Pukul 9.30 beberapa member milis detikfood yang ikut berpartisipasi sudah berkumpul di meeting point, kemudian barulah bersama-sama berangkat menuju rumah Pak Hadi Tuwendi di Sutra Flamboyant. Tak cuma pintar memasak, namun bapak yang satu ini sangat murah hati, buktinya ia pun bersedia menyediakan waktu dan tempat di Sabtu yang cerah itu.

"Selamat datang, ayo silahkan masuk. Anggap saja seperti di rumah sendiri," sambut Pak Hadi Tuwendi ramah kepada anggota milis yang baru tiba. "Wah Pak Hadi, ini rumah apa istana?" ujar para peserta sambil mengagumi rumah Pak Hadi yang besar dan luas. Bawaan para peserta mulai dari kue-kue tradisional hingga masakan untuk makan siang pun mulai ditata dalam piring-piring.

"Membuat kue mangkok ini tak sulit, yang harus diingat jangan lupa untuk tepungnya memakai protein rendah," ujar Pak Hadi membuka kelas pagi itu. "Ketahanan kue ini berapa lama sih Pak?" atau "Kok mengaduknya pakai tangan ya bukan pake mixer?" tanya para peserta yang ternyata kritis-kritis tersebut.

"Untuk membuat kue mangkok saya sarankan memakai tangan, kalau memakai mixer biasanya adonan akan alot atau keras," terangnya dibarengi anggukan para peserta.

Setelah usai bebagi ilmu membuat kue mangkok dan lapis legit ekonomis, barulah acara makan siang dimulai. Untuk menambah lengkap makan siang Mba Odi, Nining, dan Emma pun memulai aksinya mengulek sambal di cobek. "Slurpp... wah enak tuh kelihatannya," ujar para peserta ribut menggerubungi para pengulek sambal. Sstt.. ternyata Nining diam-diam jagoan mengulek sambal lantaran 'training' dari sang nenek. Wah, berkat Nining siaplah 2 cobek besar sambal mangga muda dan udang.

Acara icip-icip pun berlangsung heboh. Sebelumnya tiap peserta memperkenalkan makanan bawaannya, mulai dari kue-kue tradisional seperti kue sus, kue lumpur, lapek bugis, tiwul, gatot, dadar gulung, chiffon, balapis.

Untuk makan siang khas Indonesianya ada tahu gimbal, megono, oseng suun, dendeng batokok, udang tauco, sayur bunga pisang, orak-arik peda, gadon, garo bunga papaya, karedok, asinan sayur, ayam woku dan pelengkapnya sambal mangga plus udang. "Waduh ini sih makan siang bener-bener komplit," ujar para detikfooders yang kemudian berduyun-duyun mengambil piring.

Sambil makan siang, para anggota milis pun saling berkenalan dan berbagi cerita. Dari rumah makan yang enak, sampai saling berbagi resep-resep andalan mereka. Langsung saja, suasana makin ramai ketika es degan yang dibawa oleh Ibu Inge dikeluarkan. "Wuihhh suegerr..." ujar salah seorang anggota milis yang meneguk segelas es degan. Beberapa member asyik mencicipi klapertaart, puding tahu dan puding caramel. Nyam..nyam.. legit bener ya!

Selesai makan, acara tak berakhir sampai disana. Acara foto bareng pun jadi kegiatan yang tak kalah heboh. Apalagi ternyata mereka pun telah bersiap-siap membawa wadah untuk menampung makanan yang tersisa. Tak ayal lagi, dalam sekejap piring piring berisi makanan pun ludes disapu bersih. Ada yang berjuang dengan kantong plastik, kardus, dan kotak plastik. Wah wah...

Sebelum pulang hadiah doorprize pun dibagikan. Ketiga orang yang beruntung membawa pulang hadiah stick blender adalah Ibu Yenny, sedangkan 2 voucher The Peak Wineshop dibawa pulang oleh Wellianti dan Dian. Tak ketinggalan Pak Hadi pun membagikan 2 buah voucher belanja kue di café Ppak Hadi kepada Ade Maria dan Herlyn Susi. Selamat ya...

Sambil pulang terjadilah 'kehebohan' lain, para member berdesakan belanja di cafe pak Hadi. Kali ini yang jadi rebutan roti bluder yang empuk dan berbagai roti lain. Maklum saja diakonnya 50%. Sementara beberapa sibuk memilih tanaman koleksi pak Hadi yang dijual dalam pot-pot mungil. Nah, kebingunganlah mereka membawa tentengan tas berisi roti plus tangan merangkul pot-pot tanaman!

Ingin ikutan heboh seperti anggota milis ini? Gabung dan daftarkan diri Anda di milis detikfood. Acara ini tak hanya berakhir disini, karena bakal ada acara-acara offline lainnya yang dijamin lebih seru lagi!!
(Odi/dev)


Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan