detikfood

Kamis, 01/01/1970 07:00 WIB

Nasi Komplet yang Bikin Ketagihan

Odilia Winneke - detikFood
Nasi Komplet yang Bikin Ketagihan Nasi Toek-toek Koko Bogana
Bingung mau makan apa siang ini? Mumpung sedang meriah suasana perayaan ulang tahun kemerdekaan, Anda bisa menguji selera lewat racikan nasi khas Indonesia. Tak ada duanya, sedap dan bikin ketagihan!

Sejujurnya sudah berminggu-minggu saya memendam rindu masakan Manado. Belum sampai rindu terbalas, saya tiba-tiba ingat dengan racikan nasi bogana yang dibungkus daun pisang khas kota Tegal. Aduh, sedap benar makan pakai tangan dengan nasi beraroma daun pisang. Segera saya memutuskan untuk 'memaksa' 3 orang teman saya menemani saya menebus rasa kangen ini. Maklum, air liur nyaris menetes!

Sasaran saya tentu saja rumah makan spesial nasi rames nusantara, Koko Bogana yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru. Dari luar rumah makan ini telihat seperti rumah biasa. Hanya payung berwarna merah dan putih di pagar depan menjadi aksesori meriah di bulan Agustus. Jajaran pot berisi teratai menambah kesejukan beranda depan yang juga menjadi tempat santap. Di bagian tengah, hingga lantai atas rumah yang berfungsi sebagai ruang makan nyaris sudah penuh. Padahal jam belum menunjukkan pukul 12.00.

Selebaran menu yang disodorkan membuat kami panik campur bingung. Ada 13 jenis nasi rames plus Soto Gombyang, Soto Plered dan Gulai Ikan Melayu. Nasi rames atau nasi dengan lauk-pauk komplet yang ditawarkan oleh Koko Bogana ini antara lain; nasi bogana, nasi pagongan, nasi Rembang, nasi Aburi, nasi Toek-toek, nasi pepes ayam, nasi kuring, nasi kulo, nasi pepes peda, nasi pepes gepek, dan lain-lain.

Nasi bogana yang jadi signature dish rumah makan ini merupakan nasi rames khas Tegal. Teridiri dari nasi puth,telur pindang, suwir opor ayam, serundeng daging, sambal goring hati, orek tempe plus tumis sayuran. Paduan nasi dengan lauk gurih, manis dan pedas ini menjadi ciri utama nasi rames gaya Tegal.

Karena tertantang mencicipi racikan nasi rames yang lain, jadilah kami memesan nasi Rembang, nasi toek-toek, nasi aburi dan nasi pagongan. Sementara menunggu pesanan, beragam jajan pasar yang ditata di lemari kaca menarik perhatian kami. Ada celorot, jentik manis, kue lapis, putu mayang, cenil, jongkong kelapa, bubur lolos, lumpia, risoles, kroket dan jongkong kelapa muda.

Beragam camilan kering dari usus ayam, aneka rempeyek, keripik singkong dan kentang juga memenuhi rak-rak. Rasanya malah seperti pulang kampung di Jawa. Ditambah lagi mas dan mbak pelayan juga berbahasa Jawa! Godaan mata akan jajan pasar akhirnya membuat kamipun membuka makan siang dengan apem kuah gula merah, ongol-ongol dan jentik manis. Apemnya mungil harum, empuk dengan aroma gula yang wangi dan sirop gulanya bersih.

Ongol-ongol yang disajikan dalam 2 potongan kecil terasa 'kenyil-kenyil' lembut manis dengan balutan kelapa parut yang gurih. Jentik manis yang lama tak saya makanpun tak terlalu manis, dengan taburan biji mutiara yang kenyal. Dessert yang jadi pembuka inipun nyaris habis kami santap!

Persis yang saya bayangkan, nasi rames yang kami pesan semuanya disajikan dengan bungkusan daun pisang. Ada tambahan lalap kol, kemangi dan timun plus sambal. Saat membuka bungkusan nasi toek-toek, terlihat gaya penyajian nasi rames khas Jawa. Nasi putih diberi alas daun pisang dan di atasnya ditaruh berbagai lauk. Ada 2 iris kecil paru goreng, suwiran empal, sambal teri dengan cabai merah hijau plus sepotong kecil ikan peda goreng, dan pepes tahu yang dibungkus mungil.

Kunyahan pertama nasi yang diaduk dengan remahan opak terasa sangat pulen, lembut, nyaris mirip beras ketan dengan aroma harum. Paduan rasa gurih teri dan peda, terasa sangat pas dengan pedas cabai apalagi dicocol dengan sambal rawit hijau yang jadi pelengkapnya. Empalnya juga empuk pas legitnya. Dalam beberapa menit, nasi yang tak terlalu besar porsinya ini pun licin tak bersisa.

Puas menikmati nasi toek-toek, saya pun melirik nasi pagongan yang dipesan teman saya. Wah, nasinya kehijauan dan aromanya kok wangi juga! Akhirnya sesendok nasipun saya cicipi. Hmm..rasanya sangat sedap, nasinya pulen dan aroma daun bayam juga sangat lembut. Saat melirik ada kering kentang ebi plus oseng jambal roti hampir saja saya menyendok lagi. Untung teman saya buru-buru menyingkirkan piringnya!

Akhirnya saya menutup makan siang dengan pisang goreng tepung. Terus terang saya tertarik akan tampilan pisang yang utuh dengan balutan tepung yang sedikit basah plus lelehan madu pisang yang agak gosong. Ternyata saya tak salah pilih, pisang gorengnya terbuat dari pisang raja yang tua, empuk, legit dan wangi. Persis pisang goreng buatan nenek saya. Demi nostalgia pada nenek sayapun membeli 3 potong pisang goreng untuk dibawa  pulang.

Yang membuat kami makin puas adalah harga yang ditawarkan. Untuk nasi rames harganya berkisar dari Rp. 12.500 sampai Rp. 17.500 dan soto Rp. 20.000. Sedangkan aneka jajan pasar berkisar Rp. 3.500 – Rp. 9.000. Relatif murah untuk sebungkus kenikmatan khas daerah yang tak ada duanya.

Pastinya saya ingin kembali untuk mencicipi semangkuk soto Plered dan sebungkus jongkong kelapa muda. Tak ada salahnya juga di hari-hari peringatan kemerdekaan ini Anda juga ikut melestarikan kuliner nenek moyang lewat sebungkus nasi rames yang enak ini!

Koko Bogana
Jalan Cipaku I No.2
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telpon: 021-720-3754, 08121228160
(Odi/dev)


Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan
Must Read close