detikfood
Kamis, 01/01/1970 07:00 WIB

Ayam Kriuk Kres...Kres...

Odilia Winneke - detikFood
Minuman dan Bahan Minuman
  • Bluestar
  • Sapphire Springs
  • Monair
Restoran
Sayuran dan Olahannya
thumbnail
Variasi ayam goreng memang tak kunjung habis. Tapi ayam goreng yang satu ini memang memuaskan. Ukuran ayamnya sedikit lebih besar, luarnya garing, bagian dalamnya lembut gurih. Belum lagi taburan kremes yang sangat royal. Dengan cocolan 3 macam sambal plus nasi uduk yang gurih, 3 potong ayam gorengpun ludes sekejap! Di luar rencana akhir pekan kemarin saya akhirnya mampir juga ke rumah makan 'Ayam Kremes Kriuk' yang ada di bilangan Cinere. Mencari rumah makan yang menempati bangunan dari bambu ini tidak sulit. Di jalan Cinere Raya, persis bersebelahan dengan pompa bensin dan di seberang lapangan futsal terbentang spanduk ayam kremes plus tempe mendoan. Agaknya hari itu saya beruntung karena bisa mencicipi juga tempe mendoan yang hangat mengepul! Di sisi depan resto yang memakai meja kursi berbahan kayu ini terletak wajan besar plus lemari display untuk ayam, aneka jeroan dan tahu tempe. Ayam akan langsung digoreng saat disorder sehingga masih fresh from the wajan. Karena sudah lama tak menikmati ayam goreng (apalagi yang pakai kremesan) maka sayapun memesan 1 ekor ayam goreng, 1 porsi tempe mendoan plus 3 tusuk usus ayam goreng. Ayam goreng dengan kremesan memang banyak ditemui di mana-mana. Gaya ayam goreng dengan taburan kremes ini pertama kali diperkenalkan oleh ayam goreng Suharti. Ayamnya dibumbu gurih biasa (dengan kemiri, bawang merah, bawang putih) setelah digoreng disajikan dengan taburan adonan tepung beras plus sisa bumbu yang berupa remah-remah. Tentu saja rasanya makin gurih dan renyah! Agak terkejut saya melihat tampilan ayam goreng buatan 'Ayam Kremes Kriuk' ini, ayamnya agak besar, warnanya kuning kecokelatan. Ini sebagai tanda minyak penggorengnya cukup bersih, tidak kehitaman. Taburan kremesnya sangat royal, nyaris menutupi seluruh ayam. Meskipun masih panas mengepul, saat disobek dagingnya sangat empuk, mengepul dan rasanya lembut gurih. Sementara bagian luarnya garing merata. Aroma bawang putih dan serainya terasa sangat nonjok dan wangi. Hmm...benar-benar sangat segar dan renyah! Tak terasa 3 potong ayam yang lumayan besar itupun ludes bersama cocolan sambal. Ada tiga jenis sambal yang disajikan, sambal kacang tanah yang putih kecokelatan, sambal goreng dan sambal rawit. Sambal goreng yang berwarna oranye kemerahan makin mantap saat dicocol dengan sedikit kecap manis. Nasi uduk yang disajikan dengan taburan bawang gorengpun sangat pulen dengan rasa gurih yang pas dan aroma yang sangat harum. Tempe mendoan favorit saya sengaja saya pesan agak kering, lapisan tepungnya tak terlalu tebal, renyah dan pas gurihnya berpadu dengan cabai rawit yang segar. Setelah diselingi dengan tempe mendoan, barulah saya melanjutkan mencicipi usus ayam goreng yang ditusuk dengan tusuk satai. Yang paling mencolok, satai usus ini lumayan panjang sekitar 20 cm, lebih panjang dari sati usus di warung-warung nasi uduk yang biasa. Padat, kuning kecokelatan dan rasa bumbunya meresap sampai ke dalam. Satai usus yang inipun ludes meski tanpa cocolan sambal! Paling akhir yang saya jadikan penutup adalah paru goreng. Menurut teman-teman saya, paru goreng ini merupakan produk andalan resto ini. Paru goreng hangat mengepul disajikan dalam potongan keil (jadi dipotong-potong baru digoreng sehingga mudah disantap). Wah, gigitan pertama saja sudah terasa empuknya. Bumbu ungkepnya terasa meresap atau miroso, tidak terlalu asin dan juga tidak ada rasa manis yang dominant, semuanya seimbang. Jadilah paru goreng ini sebagai penutup makan siang saya paling heboh di akhir pekan. Keringatpun berlelehan dan sejenak saya harus mengendurkan nafas dan mendinginkan tenggorokan dengan es teh. Saat akan membayar, saya cukup kaget dengan harga lumayan murah yang ditawarkan, sepotong ayam goreng kremes Rp 7.500 dan seekor Rp 26.000. Sepotong ayam bakar dan penyet Rp 8.000, empal Rp 7.000, paru Rp. 6.000, usus Rp. 3.000, babat Rp. 5.000 iso Rp 4.000 dan 4 potong mendoan Rp 6.000. Lain kali sepertinya saya harus kembali lagi untuk mencicipi menu barunya Bebek Goreng Kremes yang dijual Rp 14.000 per potong. O,ya resto ini juga melayani paket nasi uduk + ayam goreng (Rp 11.000) dan nasi + ayam goreng (Rp 10.000). Jika kantor Anda berlokasi di daerah Selatan Jakarta maka pesanan bisa diantar ke tempat. Ayam Goreng Kremes Kriuk Jl. Cinere Raya 30 (depan pompa bensin, seberang lapangan futsal) Telpon : 021-7533172 Buka : jam 10.00 -21.00
(Odi/dev)


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).