detikfood
Kamis, 01/01/1970 07:00 WIB

Rahasia Menguliti Ayam dan Mengempukkan Tulang Ayam

Devita Sari - detikFood
Minyak, Emulsi dan Lemak
  • TRHPO
  • FORTUNE FRYING
  • DENOIL
Bumbu-bumbu (Saos, Kecap, dll)
Lain-lain
thumbnail
Karena sering ketagihan makan ayam goreng dengan kremesan yang renyah gurih dan ayam yang tulangnya empuk, maka para peserta cooking class kali ini sangat antusias. Bukan hanya bumbu, tempat membeli plus mereknya dicatat teliti. Siapa tahu salah satu dari mereka bakal jadi juragan ayam goreng yang populer. Cooking class kali ini memang mengajarkan beragam jenis sajian ayam yang populer. Mulai dari ayam dengan kremes ala Suharti, ayam presto bertulang lunak, ayam pop yang gurih hingga ayam goreng dengan bumbu racikan Kolonel Sander. Tentu saja peserta penuh semangat karena konon mereka sering 'ditodong' suami dan anak untuk membuat ayam goreng seperti buatan resto itu. Kali ini Ibu Fatmah Bahalwan yang akrab dipanggil mbak Fat, pengelola sekaligus juga Cooking Class di NCC (Natural Cooking Club), membagi ilmu dan membeberkan rahasia memasak keempat hidangan ayam populer tersebut. Dua belas peserta dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Seperti biasa, acara dibuka dengan pemahaman materi dan penjelasan tentang bumbu-bumbu yang biasa dipakai untuk membuat keempat ayam populer ini. Pesertapun asyik terlibat diskusi soal kaldu ayam bubuk, vetsin san kapulaga. 'Untuk bahan-bahan dan peralatan memasak yang dibutuhkan tapi agak susah didapat, ibu dan bapak dapat membelinya di Resto Mart, Titan, Toko Ratu, atau toko lain yang sejenis,' jelas Bu Fatmah ketika menjawab pertanyaan salah satu peserta. Setelah menjawab pertanyaan seputar bahan dari peserta, acara dilanjutkan kembali dengan membuat ayam goreng tulang lunak. 'Untuk mempresto ayam diperlukan kira-kira kurang lebih 1 jam dengan panci khusus presto. Jika apinya kecil lebih baik biarkan hingga 2 jam, memang lama tapi bumbunya lebih meresap,' jelas Bu Fatmah panjang lebar. Dengan bergantian para peserta mencoba meracik ayam dengan bumbu yang telah dipersiapkan bersama-sama sebelumya. 'Bu, untuk ayam tulang lunak bagaimana kita tahu tulangnya sudah empuk atau belum?' komentar salah satu peserta. 'Gampang saja, ambil misalkan sayap ayam lalu coba patahkan atau dimakan. Jadi bisa ketahuan, jika tulangnya belum lunak tinggal lanjutkan mempresto kembali saja,' jawab Bu Fatmah yang disertai dengan angukan puas dari para peserta. Setelah itu ayam dipresto selama kurang lebih satu hingga satu setengah jam. Sambil menunggu ayam presto masak, peserta melanjutkannya dengan resep kedua yaitu membuat ayam pop. Memasak ayam yang satu ini lebih simpel daripada resep yang pertama, sehingga waktu memasakpun lebih singkat. 'Untuk membuat ayam pop, jangan lupa rebus dulu air kelapanya hingga mendidih baru ayam dan bumbunya dimasukkan. Hal tersebut dilakukan guna menghindari gumpalan darah pada ayam,' tips dari Bu Fatmah. Dengan bersemangat para peserta mengikuti langkah demi langkah cara pembuatan ayam pop tersebut hingga akhirnya ayam pop pun siap 'diungkep'. Untuk resep yang ketiga para peserta diajak membuat ayam goreng ala Suharti. Ada beberapa bahan yang harus diperhatikan dalam membuat ayam goreng ini, seperti kapulaga, vetsin, dan gula. Untuk gula dianjurkan memakai gula palem yang lebih bersih. 'Ibu dan bapak-bapak penggunaan kapulaga ini harus dikupas terlebih dahulu. Cukup ditekan sedikit saja tidak apa-apa kok, sebab jika tidak baunya tidak akan keluar,' pesan Bu Fatmah. 'Wah cape dong bu kalo dikupas satu-satu,' sela salah satu peserta yang disambut dengan gelak tawa peserta lainnya. 'Ya jika tidak, masakannya tidak ditanggung enak,' jawab Bu Fatmah sambil tersenyum. Setelah meracik bumbu, ayam diungkep dalam air kelapa yang telah diberi bumbu selama satu jam. Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 12, para peserta bersikeras untuk terus melanjutkan membuat 'kremes' terlebih dahulu sebelum makan siang. Jadilah acara dilanjutkan dengan membuat 'kremes'. Ibu Fatmah pun membagi rahasia dalam pembuatan kremes ini, 'Membuat kremes itu rahasianya ketika semua bahan dan santan dicampur jadi satu, terlebih dahulu diangatkan. Cukup hangat saja lalu baru dicampur dengan air,' pesannya. Setelah beberapa peserta mencoba untuk menggoreng kremes. Kremes yang berbutir kecil, garing dan renyahpun selesai sudah! Sambail bergurau dan melepas leleh, para peserta pun bersantap siang. Usai makan siang, acara dilanjutkan kembali dengan membuat resep yang terakhir yaitu ayam goreng KFC. Setelah mendapatkan suntikan energi baru, para peserta kembali bersemangat mencoba resep yang terakhir ini. Beberapa peserta yang awalnya malu-malu untuk mencoba, kini maju satu per satu untuk membaluri ayam dengan tepung putih. Kini suasana yang lebih santai terlihat mewarnai proses pembuatan ayam ala KFC ini, walaupun sesekali masih disela oleh berbagai pertanyaan kritis para peserta. Tak lupa, pembuatan sambal untuk ayam pop dan ayam goreng ala Suharti ini dikupas tuntas. Wangi ayam goreng yang telah matang pun kini memenuhi ruangan, membuat perut kembali terasa lapar. Acara pun ditutup dengan bincang-bincang seputar hidangan ayam goreng plus kesibukan mengemasi bungkusan ayam goreng yang dibuat untuk dibawa pulang. Nah, sampai jumpa lagi ya!
(Odi/dev)


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).