detikfood
Kamis, 01/01/1970 07:00 WIB

Bom Poso, Pemerintah Diminta Tidak Kaitkan Agama Tertentu

Arifin Asydhad - detikFood
Bom Poso mengejutkan banyak pihak. Padahal, selama ini, kerukunan umat beragama di Poso sudah membaik setelah didera konflik berkepanjangan. Untuk menjaga kerukunan ini, pemerintah diminta tidak gegabah mengaitkan bom ini dengan agama tertentu sebelum ada bukti-bukti kuat. Permintaan ini disampaikan Sekretaris Pansus (Panitia Khusus) Poso DPR RI Agus Purnomo kepada detikcom, Minggu (29/5/2005). "Pemerintah tidak usah menuduh kelompok agama tertentu dan mengaitkan tindakan biadab ini dengan agama tertentu sampai terungkapnya fakta-fakta hukum terkait kasus ini," kata Agus. Anggota DPR dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini mengutuk keras pelaku pengeboman yang menargetkan warga sipil tidak berdosa. Agus juga meminta agar masyarakat Poso tidak terprovokasi dengan tindakan biadab tersebut. Untuk memulihkan Poso kembali, Agus meminta pemerintah segera menetapkan target waktu bagi perdamaian di Poso. Indikator perdamaian di Poso ini meliputi; masyarakat kembali ke daerah semula dengan seluruh jaminan keamanan dari negara, diminimalisirnya simpul kekerasan di Poso, dan adanya standar antisipasi teror yang sistemik antar angkatan dan kepolisian terhadap kemungkinan teror di masa yang akan datang, dan penanganan secara serius terhadap oknum yang melakukan penyimpangan penyaluran jatah hidup dan bekal hidup bagi pengungsi. Bom yang meledak di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/5/2005), menewaskan 20 orang dan melukai puluhan orang. Aparat kepolisian masih menyelidiki modus pengeboman ini.
(/asy)


Baca Juga
Foto Lain

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan
Must Read close